Pengancam Warga Batan Poh Diamankan, Polisi Tunggu Hasil Tes Kejiwaan

Abrur - detikBali
Kamis, 28 Apr 2022 16:45 WIB
Kapolsek Kediri Kompol Kadek Ardika saat menginterogasi MAP, yang dilaporkan karena diduga mengancam sekitar sepuluh tetangganya.
Kapolsek Kediri Kompol Kadek Ardika saat menginterogasi MAP yang dilaporkan karena diduga mengancam sekitar sepuluh tetangganya. (Foto: istimewa)
Tabanan -

Kepolisian Sektor (Polsek) Kediri mengambil langkah cepat terkait keresahan sejumlah warga Banjar Batan Poh, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri karena kerap diancam salah seorang pria.

Pelaku pengancaman, MAP (38), ditangkap pada Rabu (27/4/2022), atau beberapa jam setelah para warga yang jumlahnya sekitar belasan orang membuat laporan di Polsek Kediri.

"Tindakan yang sudah kami ambil adalah meminta keterangan saksi-saksi dan mengamankan terlapor," jelas Kapolsek Kediri, Kompol I Kadek Ardika, Kamis (28/4/2022).


Selain menangkap, pihaknya juga sempat memeriksa MAP. Kemudian melakukan gelar perkara awal serta mempertimbangkan beberapa catatan khusus dari hasil pemeriksaan saksi-saksi.

Salah satu catatan yang dipertimbangkan yakni kondisi terlapor selama menjalani pemeriksaan awal. Karena saat diperiksa, terlapor diduga mengalami stres atau tekanan jiwa.

"Sehingga kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait hal ini," sambungnya.

Ia menyebutkan, terlapor merupakan warga kurang mampu dan juga telah ditinggal meninggal oleh istrinya.

Saat ini terlapor tinggal bersama ibu kandungnya dan dua orang anaknya yang masih sekolah.

Di sisi lain, pihaknya perlu menindaklanjuti pengaduan warga karena pengancaman yang dilakukan terlapor bukan hanya sekali.

"Pengancaman itu dilakukan setidaknya kepada sepuluh warga lainnya," imbuh Kadek Ardika mengungkap hasil pemeriksaan awal.

Ia menyebutkan, ancaman terakhir dilakukan pada Sabtu (23/4/2022) sekitar pukul 15.00 Wita di Balai Banjar Batan Poh sesuai laporan korbannya, I Putu Alit Saputra, ditambah keterangan saksi Ni Nyoman Suati.

Saat itu, terlapor menendang kursi yang sedang diduduki korban saat menonton tv di balai banjar. Selanjutnya, terlapor mengajak korban berkelahi. Namun korban memilih untuk menghindarinya.

Setelah tidak berhasil mengajak korban berkelahi, terlapor mendatangi korban di warung yang ada di samping barat balai banjar yang menjual makanan ringan.

Di warung itu, terlapor kembali mengajak korban berkelahi sambil mengambil pisau di tas pinggang dan mengancam korban dan berbicara, "Saya tusuk kamu."

Namun korban lagi-lagi tidak menanggapinya dan memilih untuk pulang ke rumahnya. Bahkan saat itu terlapor masih sempat-sempatnya meminta sebatang rokok kepada korban.

Saksi Ni Nyoman Suati yang melihat kejadian saat itu, tidak bisa berbuat apa-apa karena merasa ketakutan juga.

Terkait tindak lanjut yang disertai penangkapan, pihaknya sementara ini mensangkakan terlapor melakukan pengancaman.

Ketentuan pidana yang diterapkan sesuai Pasal 336 ayat (1) huruf d dan e KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun.

Namun karena terlapor selama menjalani pemeriksaan terlihat seperti mengalami stres atau tekanan jiwa, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan.

"Pasal 336 itu memang boleh tidak ditahan. Kebetulan (terlapor) ini ada perkiraan gangguan jiwa, maka kami periksakan dulu ke RSJ Bangli. Kami tunggu dulu hasilnya," pungkas Ardika.



Simak Video "Ngeri! Warga di Bogor Diserang Pakai Celurit, 15 Orang Dibekuk"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)