Jadwal Hari Raya Hindu Juni 2024, Ada Tumpek Wayang-Buda Wage Kelawu

Jadwal Hari Raya Hindu Juni 2024, Ada Tumpek Wayang-Buda Wage Kelawu

Desak Made Diah Aristiani - detikBali
Sabtu, 01 Jun 2024 06:30 WIB
Hindu priest Ketut Simpen prays at a temple during Hindu festival of Galungan, the celebration of the triumph of good over evil at Penglipuran village, Bangli, Bali, Indonesia on Wednesday, Feb. 28, 2024. (AP Photo/Firdia Lisnawati)
Foto: Persembahyangan Hindu Bali. (AP/Firdia Lisnawati)
Bali -

Umat Hindu setiap bulan selalu merayakan hari raya yang dapat dilihat dalam kalender Bali. Kalender Bali adalah sistem penanggalan yang digunakan oleh orang Hindu Bali di Pulau Bali.

Menurut kalender Bali, ada tujuah hari raya atau rerahinan bagi umat Hindu Bali pada Juni 2024. Rerahinan Hindu di Juni 2024, sebagai berikut.

  • 6 Juni 2024: Tilem.
  • 12 Juni 2024: Buda Keliwon Ugu.
  • 21 Juni 2024: Purnama.22 Juni 2024: Kajeng Keliwon Uwudan.
  • 22 Juni 2024: Tumpek Wayang. Pada hari ini diadakan upacara yang berkenaan dengan kesenian khususnya wayang, persembahan kehadapan Bhatara Iswara memohon agar kesenian itu lestari, menyenangkan, dan bertuah.
  • 26 Juni 2024: Buda Wage Kelawu. Hari ini pemujaan terhadap Bhatara Rambut Sedhana yang melimpahkan kemakmuran dan kesejahteraan.
  • 28 Juni 2024: Hari Bhatara Sri.

Rahina tilem berkaitan dengan rahina purnama. Kedua hari suci ini merupakan penyucian terhadap Sang Hyang Rwa Bhineda, yaitu Sang Hyang Surya Chandra. Rwa Bhineda adalah konsep dualisme dalam hal yang berlawanan untuk menciptakan keharmonisan dan keseimbangan alam semesta. Konsep ini juga serupa dengan istilah sekala-niskala atau Yin-Yang dalam tradisi China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada rahina purnama, umat Hindu umumnya meyakini purnama memiliki tingkat rasa kesucian yang tinggi sehingga hari tersebut disebutkan dengan kata 'dewasa ayu'. Pemujaan yang dilaksanakan saat purnama ditujukan kehadapan Sanghyang Candra dan Sanghyang Ketu sebagai dewa kecemerlangan untuk memohon kesempurnaan dan cahaya suci dari Ida Sanghyang Widhi Wasa dalam berbagai wujud Ista Dewata.

Artikel ini ditulis oleh Desak Made Diah Aristiani peserta Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom




(hsa/hsa)

Hide Ads