Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena meminta pemerintah pusat membangun pelabuhan nusantara di NTT. Dia menilai ketiadaan pelabuhan tersebut membuat daerah belum mendapat manfaat optimal dari potensi perikanan, termasuk ekspor ikan.
Usulan itu disampaikan Melki dalam rapat dengan Komisi V DPR RI di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Jumat (9/10/2026).
"Khusus pelabuhan, ini banyak daerah mengusulkan ya. NTT tidak punya pelabuhan nusantara, boleh nggak kami dapat satu dari Komisi V? Kalau tidak ada pelabuhan nusantara ini, seluruh ikan yang ada di NTT ini kami tidak dapat apa-apa. Kalau boleh kami dibantu ada satu pelabuhan nusantara ditaruh di NTT, sehingga semua atau kalau ditaruh dua kan lebih bagus lagi," kata Melki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Melki, pelabuhan tersebut dapat menjadi tempat persinggahan kapal-kapal ikan sebelum hasil tangkapan dikirim ke Jakarta atau diekspor ke luar negeri.
Dengan begitu, NTT diharapkan bisa memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas perikanan di wilayahnya.
"Sekarang kapal-kapal ikan yang ada di sini itu kami tidak bisa dapat hasilnya, karena tanpa itu (pelabuhan) kami tidak bisa apa-apa," jelas Melki.
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengatakan Melki juga mengusulkan pembangunan pelabuhan perikanan yang bisa melayani ekspor ikan langsung dari NTT.
Menurut Lasarus, pelabuhan tersebut diharapkan membuat NTT memperoleh manfaat dari potensi perikanan yang dimiliki.
"Tadi Pak Gubernur juga minta supaya dibangun pelabuhan perikanan yang bisa mengekspor ikan langsung dari NTT, sehingga NTT yang punya laut mereka juga bisa mendapatkan manfaat dari perikanan yang ada di NTT karena ini ekspor langsung dari NTT," jelas Lasarus.