Marc Marquez punya dua target di MotoGP Mandalika 2026: finis untuk memutus tren buruk sekaligus memburu podium. Namun, rider Ducati Lenovo itu harus menghadapi dominasi Aprilia yang terlihat dalam sesi latihan.
Dalam empat musim terakhir, Marquez selalu gagal menyelesaikan balapan utama di Mandalika. Kini, ia kembali menghadapi tantangan setelah hanya menempati posisi kelima pada sesi Practice, tertinggal 0,701 detik dari Raul Fernandez (Trackhouse MotoGP Team).
Pengamat otomotif Priandhi Satria menilai Marquez masih punya modal untuk bersaing di barisan depan. Namun, ia harus meningkatkan kecepatan untuk menandingi para pembalap Aprilia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Marquez memiliki kemampuan dan pengalaman untuk bersaing di depan. Namun, hasil latihan menunjukkan bahwa ia masih harus menemukan kecepatan yang lebih baik. Aprilia tampil kuat di Mandalika, sehingga Ducati perlu memanfaatkan sesi berikutnya untuk memperkecil selisih waktu," ujar Andhi kepada detikBali, Sabtu (10/10/2026).
Aprilia Kuasai Sesi Practice
Pada sesi Free Practice 1, Jumat (9/10), Marquez finis di posisi kedua dengan catatan waktu 1 menit 30,369 detik. Ia hanya terpaut 0,237 detik dari Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) yang menjadi pembalap tercepat.
Namun, Marquez turun ke posisi kelima pada sesi Practice dengan catatan waktu 1 menit 29,426 detik. Tiga posisi teratas dikuasai pembalap Aprilia, yakni Raul Fernandez, Marco Bezzecchi, dan Jorge Martin.
Hasil tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Ducati Lenovo. Marquez perlu memperbaiki kecepatan satu putaran sekaligus menjaga konsistensi sepanjang balapan.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) periode 2022-2025 itu menilai Marquez harus cermat menentukan strategi dan tidak mengambil risiko berlebihan.
"Marquez harus bisa membedakan kapan waktunya menyerang dan kapan harus menjaga ritme. Mengejar kemenangan memang penting, tetapi memaksakan manuver ketika peluangnya belum terbuka justru bisa merugikan. Ia perlu menjaga konsistensi dari awal sampai akhir balapan," imbuhnya.
Empat Musim Gagal Finis
Catatan Marquez di Mandalika menjadi tantangan tersendiri. Pada 2022, ia absen dari balapan utama setelah mengalami kecelakaan saat sesi pemanasan dan dinyatakan tidak fit. Pada 2023, ia terjatuh saat balapan berlangsung.
Pada 2024, masalah teknis pada motor membuatnya gagal menyelesaikan Grand Prix. Sementara itu, pada 2025, ia tersingkir setelah mengalami insiden dengan Bezzecchi pada putaran pertama.
Karena itu, menyelesaikan balapan menjadi target penting bagi Marquez musim ini. Peluang meraih podium tetap terbuka, tetapi ia harus menghindari insiden yang kembali mengakhiri balapannya lebih awal.
"Kalau melihat catatan sebelumnya, target pertama Marquez adalah menyelesaikan balapan. Setelah empat kali gagal finis di Grand Prix Mandalika, ia perlu membuktikan bahwa dirinya mampu melewati seluruh jarak lomba. Jika kesempatan untuk menang terbuka, tentu ia harus memanfaatkannya, tetapi jangan sampai ambisi tersebut membuatnya kehilangan peluang meraih poin," tegasnya.
Balapan utama MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu (11/10). Posisi start, pengelolaan ban, dan konsistensi akan menjadi faktor penting bagi Marquez untuk memutus tren gagal finis sekaligus bersaing memperebutkan podium.
(dpw/dpw)