detikBali

Bupati Kupang Tanggapi soal Patung Yesus Rp 157 Miliar Jadi Sorotan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Bupati Kupang Tanggapi soal Patung Yesus Rp 157 Miliar Jadi Sorotan


Simon Selly - detikBali

Bupati Kupang Yosef Lede, saat diwawancarai detikBali di Kupang, Jumat (9/10/2026).
Foto: Bupati Kupang Yosef Lede, saat diwawancarai detikBali di Kupang, Jumat (9/10/2026). (Simon Selly/detikBali)
Jakarta -

Bupati Kupang Yosef Lede menegaskan pembangunan wisata religi di Kabupaten Kupang merupakan bagian dari visi-misi yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan telah disahkan DPRD. Hal itu disampaikan Yosef Lede menjawab sorotan publik soal pembangunan patung Kristus Memberkati di Pulau Semau dengan anggaran Rp 157 miliar. Patung itu digadang-gadang menjadi salah satu patung Yesus tertinggi di dunia.

"Visi-misi ini kita sejak awal. Semua kepala daerah punya program yang sudah dituangkan dalam RPJMD. Jadi setelah kita terpilih kita laksanakan visi-misi kita. Apakah visi-misi kita salah. Tidak kenapa karena visi-misi kita sudah disahkan oleh DPRD, yang kami laksanakan ini adalah RPJMD yang merupakan rel pembangunan daerah," beber Yosef Lede, diwawancarai di Kupang, Jumat (9/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, perbedaan persepsi di tengah masyarakat soal pembangunan tersebut adalah hal biasa. "Kalau orang lain memaknai itu lain yang saya rasa semua orang bisa berbicara sesuai persepsi mereka," kata politikus Partai Gerindra itu.

Yosef membeberkan target besar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang adalah menjadikan Pulau Semau sebagai destinasi wisata premium. Dia berharap keberadaan patung Kristus Memberkati nantinya bisa menjadi daya tarik wisatawan.

ADVERTISEMENT

"Kita pengin ada wisata religi di Kabupaten Kupang. Dan itu saya rasa akan ada dampak lainnya seperti pembangunan maupun ekonomi," katanya.

Yosef juga meyakinkan besarnya anggaran untuk pembuatan patung tidak akan mengesampingkan pembangunan di Kupang. "Pagu anggarannya Rp 157 miliar. Jadi kalau orang tanya kita anggaran begini besar tapi bagaimana dengan pembangunan lainnya. Yang perlu dicatat, yang merupakan hak kita kasih. Kita bangun jalan, kita dapat sekolah nasional terintegrasi, sekolah rakyat, kita berjuang dapat alat-alat pertanian kasih rakyat, kita dapat kampung melayan, kita dapat alat tangkap perikanan kita kasih rakyat," urai dia.

Diketahui, peletakan batu pertama pembangunan Patung Kristus Memberkati dilakukan pada 5 Oktober lalu. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena hadir dalam prosesi peletakan batu pertama pembangunan patung setinggi 70 meter di Pulau Semau itu.

Dia berharap kehadiran patung itu tidak hanya menjadi landmark baru. Akan tetapi, juga menjadi simbol persaudaraan dan iman sekaligus penggerak ekonomi masyarakat di pulau tersebut.

"Yang kita adalah sebuah harapan besar. Mari kita kawal bersama agar Patung Kristus Memberkati benar-benar menjadi berkat bagi masyarakat Semau, Kabupaten Kupang, NTT, dan Indonesia, dengan adanya destinasi religi ini," kata Laka Lena saat itu.

Pembangunan patung itu menuai pro kontra di media sosial (medsos). Sebagian masyarakat Kupang dan NTT menilai pembangunan patung belum perlu di tengah banyaknya kekurangan infrastruktur di Kupang. Apalagi, patung itu memakan anggaran sangat besar.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads