Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) terjadi di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah SPBU dilaporkan kehabisan stok BBM. Warga bahkan harus menunggu hingga dua hari untuk mendapatkan bahan bakar.
Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah SPBU di Labuan Bajo. Di SPBU Pasar Baru Labuan Bajo, panjang antrean kendaraan mencapai satu kilometer.
Sejumlah sopir terpaksa menginap di SPBU demi menunggu ketersediaan BBM. Kondisi ini dirasakan langsung oleh para pengemudi angkutan dan kendaraan pribadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Antrean panjang dan lama. Stok gak ada. Dua hari lalu kami rasakan sangat langka," ujar Ignas Suradin, pemilik angkutan wisata di Labuan Bajo, Rabu (6/5/2026).
Ignas mengatakan kendaraan miliknya harus menunggu hingga dua hari untuk bisa mendapatkan BBM. "Iya, menunggu dua hari," ujar dia.
Sopir bernama Petrus juga mengaku kesulitan mendapatkan BBM. Ia bahkan harus bermalam di dalam mobil saat mengantre di SPBU.
"Kalau ada solar kita antre sampe 3-4 jam. Kalau tidak kadang kita simpan mobil di SPBU tunggu solar masuk. Kita bermalam mobil di SPBU," ungkap dia.
Kelangkaan BBM juga dirasakan di luar SPBU. Di ruas-ruas jalan Labuan Bajo, BBM eceran sulit ditemukan.
Sejumlah pengendara sepeda motor mengeluhkan kondisi tersebut. Mereka kesulitan mendapatkan Pertalite untuk aktivitas harian.
"Cari yang eceran juga sulit dapat. Sementara belum bisa jalan jauh-jauh karena sulit dapat Pertalite. Yang biasa jual di pinggir jalan juga sudah kosong," ujar Berto, salah satu pengendara sepeda motor.
(dpw/dpw)










































