Operasional Bus Trans Metro Dewata (TMD) dinilai belum optimal. Gubernur Bali Wayan Koster menyoroti minimnya jumlah penumpang layanan tersebut.
Hal itu disampaikan Koster saat rapat di Gedung Utama DPRD Provinsi Bali, Rabu (25/3/2026).
"Kalau kita lihat, bus ini sepi tidak banyak penumpangnya. Jadi perlu dievaluasi dari pada habis banyak uang tapi busnya kosong. Nanti efektifnya saja yang memang efektif," ujar Koster.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koster menilai skema pendanaan bus TMD perlu dibenahi. Anggaran yang digelontorkan Pemprov Bali bersama Pemkot Denpasar serta Pemkab Badung dan Gianyar mencapai Rp 49,7 miliar melalui skema sharing.
Menurutnya, evaluasi diperlukan karena berpotensi membebani keuangan daerah. Hal ini mengingat jumlah penumpang masih rendah meski rute TMD telah menghubungkan wilayah Tabanan, Badung, Denpasar hingga Gianyar.
Pernyataan itu disampaikan Koster dalam agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025 sekaligus pidato satu tahun kepemimpinan Gubernur-Wakil Gubernur Bali, Wayan Koster-I Nyoman Giri Prasta.
Dalam kesempatan tersebut, Koster juga menekankan pentingnya transformasi transportasi menuju sistem yang lebih ramah lingkungan.
Salah satu langkah yang didorong adalah percepatan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, baik di lingkungan pemerintahan maupun angkutan umum.
Selain itu, studi pengembangan Autonomous Rapid Transit (ART) di kawasan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita) juga diminta untuk dipercepat sebagai bagian dari solusi transportasi masa depan di Bali.
(dpw/dpw)










































