Angka Kemiskinan Meningkat, Warga Mataram Banyak Nganggur

Nathea Citra - detikBali
Kamis, 07 Agu 2025 16:15 WIB
Ilustrasi kemiskinan di Kota Mataram. (Foto: Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat, angka kemiskinan di wilayah perkotaan mengalami peningkatan, sebaliknya di pedesaan justru menurun. Minimnya lapangan kerja di kota disebut menjadi penyebab utama naiknya angka kemiskinan tersebut.

"Secara naluriah, orang pasti akan mencari kerja di kota. Itu konsep awalnya, karena kota ini ibaratnya gula yang banyak didatangi semut," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram, Lalu Samsul Adnan saat ditemui di Mataram, Kamis (7/8/2025).

Samsul menyebut, kemiskinan di perkotaan dipengaruhi banyak dimensi, baik secara struktural maupun kultural. Namun, dua faktor utama yang menonjol adalah soal pendidikan dan ketersediaan pekerjaan.

"Semakin bagus tingkat pendidikan orang, maka semakin besar peluang mendapatkan pekerjaan, atau bahkan menciptakan lapangan kerja sendiri," ujarnya.

Pedesaan Dinilai Lebih Kondusif

Menurut Samsul, desa dinilai lebih kondusif untuk bertahan hidup. Lahan pertanian yang luas dan jenis pekerjaan informal yang beragam menjadi alasan utama.

"Kalau di pedesaan, banyak pekerjaan yang bisa dilakukan. Pertanian sangat luas," kata Samsul.

Ia juga menyoroti arus migrasi dari desa ke kota sebagai salah satu pemicu meningkatnya pengangguran di Kota Mataram.

"Iya, bolehlah (bahwa benar akibat pergerakan penduduk desa ke kota menyebabkan semakin banyak pengangguran di Kota Mataram)," lanjutnya.

Simak Video "Video: Prabowo Targetkan Kemiskinan Turun di Rentang 6,0-6,5 Persen"


(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork