detikBali

Lulusan SMA Dominasi Pengangguran di Mataram

Terpopuler Koleksi Pilihan

Lulusan SMA Dominasi Pengangguran di Mataram


Nathea Citra - detikBali

Ilustrasi pengangguran atau pencari kerja
Ilustrasi pengangguran atau pencari kerja. (Foto: Getty Images/iStockphoto/byryo)
Mataram -

Sebanyak 11.303 warga Kota Mataram masih menganggur sepanjang 2025. Tingginya angka pengangguran di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) itu didominasi lulusan SMA dan dipicu derasnya arus pencari kerja dari luar daerah.

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram mencatat, tingginya angka pengangguran tidak terlepas dari kuatnya daya tarik Mataram sebagai pusat pendidikan dan aktivitas ekonomi.

Kepala Dinsos Mataram, Muzakkir Walad, menuturkan kondisi tersebut dipengaruhi banyaknya pendatang yang mencari pekerjaan di Mataram.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kota ini jadi magnet aktivitas ekonomi sampai lapangan pekerjaan. Banyak warga luar juga, misalkan dari Bima atau Dompu. Setelah lulus kuliah cenderung tidak pulang, dan ini jadi salah satu yang menyebabkan tingginya angka pengangguran terbuka," kata Muzakkir, Selasa (14/6/2026).

Muzakkir merinci, jumlah pengangguran di Kota Mataram sepanjang 2025 mencapai 11.303 orang. Sementara itu, jumlah warga yang bekerja tercatat sebanyak 224.196 orang dari total angkatan kerja 235.499 orang.

ADVERTISEMENT

Untuk menekan angka pengangguran pada tahun ini, Pemerintah Kota Mataram akan menghadirkan sejumlah kegiatan, salah satunya melalui job fair.

"Dinsos Mataram akan menggelar penyelenggaraan job fair hingga kolaborasi lintas sektor," tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, tingkat pengangguran per November 2025 didominasi oleh laki-laki dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 3,40 persen, sedangkan perempuan sebesar 2,62 persen.

BPS NTB juga mencatat TPT di wilayah perkotaan mencapai 3,17 persen, lebih tinggi dibandingkan pedesaan yang sebesar 2,90 persen. Berdasarkan tingkat pendidikan, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi penyumbang pengangguran tertinggi, yakni 6,47 persen. Disusul lulusan SMA sebesar 4,66 persen, SD 2,21 persen, Diploma dan universitas 1,77 persen, serta SMP 1,70 persen.




(dpw/dpw)










Hide Ads