detikBali

Wanti-Wanti Ketua DPRD Buleleng soal Wacana Bandara Bali Utara

Terpopuler Koleksi Pilihan

Wanti-Wanti Ketua DPRD Buleleng soal Wacana Bandara Bali Utara


Made Wijaya Kusuma - detikBali

Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya. (Foto: Dok. DPRD Buleleng).
Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya. (Foto: Dok. DPRD Buleleng).
Buleleng -

Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya meminta rencana pembangunan Bandara Bali Utara dikaji secara matang. Arya mewanti-wanti agar wacana pembangunan bandara baru tersebut tidak ditunggangi kepentingan investor.

"Pembangunan seharusnya tidak ada embel-embel atau ditunggangi kepentingan investor lain untuk memuluskan apa yang menjadi keinginannya. Karena membangun bandara perlu perhitungan yang cermat," kata Arya kepada detikBali, Senin (20/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Arya, proyek infrastruktur berskala besar tersebut harus melalui perencanaan komprehensif agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Hal itu dilakukan agar bandara di Buleleng tidak bernasib sama dengan sejumlah bandara di daerah lain.

Arya mencontohkan Bandara Kertajati, Yogyakarta International Airport (YIA), hingga Bandara Jenderal Besar Soedirman. Menurut dia, pembangunan bandara membutuhkan investasi yang sangat besar. Karena itu, proyek tersebut harus didukung dengan kajian kebutuhan dan potensi lalu lintas penerbangan agar tidak berakhir dengan tingkat utilisasi yang rendah.

ADVERTISEMENT

"Ditakutkan terbangun bandara dan menelan biaya yang besar, tapi tidak sesuai dengan rencana. Akhirnya menjadi utang negara," imbuhnya.

Arya mengingatkan pembangunan bandara tidak boleh bertentangan dengan aturan tata ruang maupun mengabaikan aspek lingkungan. Buleleng, dia berujar, telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Buleleng Tahun 2024-2044 yang menjadi acuan pemanfaatan ruang di seluruh wilayah Gumi Panji Sakti.

Salah satu aspek yang perlu menjadi perhatian, menurut Arya, ialah dampak terhadap lingkungan. Misalkan potensi abrasi dan perubahan ekosistem pesisir jika pembangunan bandara memerlukan reklamasi pantai.

Sebagai alternatif untuk mempercepat peningkatan konektivitas di Bali utara, Arya mengusulkan optimalisasi Bandara Letkol Wisnu di Kecamatan Gerokgak. Meski demikian, Arya menyatakan tetap mendukung apabila Bandara Bali Utara yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) benar-benar direalisasikan di Buleleng. Ia menilai kehadiran bandara baru berpotensi mendorong pemerataan pembangunan pariwisata di Pulau Bali.

Sebelumnya, kelompok yang mengatasnamakan Paiketan Puri-Puri Se-Jebag Bali bersama tokoh masyarakat menyampaikan aspirasi terkait pembangunan Bandara Bali Utara ke Kantor Staf Kepresidenan (KSP) di Jakarta. Mereka menagih janji Presiden Prabowo Subianto membangun bandara baru di Buleleng.



(iws/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads
LIVE