Bupati Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Ahmad Zaini (LAZ) terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama 18 orang lainnya.
"Dalam peristiwa tertangkap tangan tersebut, tim mengamankan sejumlah 19 orang," ungkap Juru Bicara (Jubir) KPK, Budi Prasetyo, Senin (20/7/2026).
Budi tidak memerinci 18 orang tersebut. Mereka digelandang ke Mako Satbrimob Polda NTB untuk dilakukan pemeriksaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikBali, sejumlah orang terlihat berada di Satbrimob Polda NTB. Di antaranya, Direktur PT Air Minum Giri Menang (PT AMGM) Sudirman, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Penataan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Lombok Barat, Lalu Ratnawi.
Budi mengungkapkan dari 19 orang yang diamankan itu, sebanyak tujuh orang dibawa ke Jakarta.
"Tim membawa tujuh orang di antaranya ke Jakarta malam ini untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di KPK. Salah satunya adalah Bupati Lombok Barat," ucapnya.
Dalam operasi senyap itu, petugas juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai pecahan rupiah dan beberapa dokumen. "Perkara ini diduga terkait adanya penerimaan oleh bupati berkenaan dengan proyek-proyek di lingkungan Kabupaten Lombok Barat," katanya.
Seusai OTT, petugas menyegel ruang kerja LAZ yang ada di Kantor Pemkab Lombok Barat, ruang kerja Kepala Dinas PUPRPKP dan ruang Direktur PT AMGM.
Berangkat ke Jakarta Malam Ini
KPK menerbangkan Bupati LAZ ke Jakarta melalui Bandara Zainuddin Abdul Majid (Bizam) Lombok Tengah, malam ini. Mereka tiba di bandara tak sekaligus melainkan berturut-turut.
Pantauan detikBali, Lalu Zainu terlihat di bandara sekitar pukul 18.30 Wita mengenakan jaket biasa serta kemeja biru muda dari dalam. Ia terlihat menutup mukanya menggunakan masker warna putih dan topi sembari memikul tas. Terpantau juga seorang pria berbaju hitam mengenakan masker yang diduga penyidik KPK ikut mendampingi.
Berselang 15 menit kemudian, tepatnya pada pukul 18.54 Wita tampak Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Lalu Ratnawo, memasuki ruang keberangkatan Bandara Lombok dengan didampingi oleh lima orang yang diduga penyidik KPK.
Ratnawo terlihat menggunakan kaos biasa warna hitam putih sembari menenteng koper warna abu rokok sembari berjalan menuju ruang tamu. Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT. Air Minum Giri Menang (AMGM), Sudirman, tak diketahui kapan masuknya.
Berdasarkan jadwal yang diterima detikBali, tujuh orang yang diamankan ini akan diberangkatkan menuju Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut di Gedung Merah Putih, menggunakan pesawat TransNusa 19.50 Wita.