detikBali

Fondasi Ambles, 2 Rumah Warga Klungkung di Bantaran Sungai Roboh

Terpopuler Koleksi Pilihan

Fondasi Ambles, 2 Rumah Warga Klungkung di Bantaran Sungai Roboh


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Kondisi rumah warga yang ambruk di bantaran sungai di Desa Kamasan, Klungkung, Bali, Selasa (20/10/2026). (Foto: Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Kondisi rumah warga yang ambruk di bantaran sungai di Desa Kamasan, Klungkung, Bali, Selasa (20/10/2026). (Foto: Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Dua rumah warga di Jalan Srikandi V, Banjar Sangging, Desa Kamasan, Kecamatan Klungkung, Klungkung, Bali, roboh akibat fondasi bangunan di bantaran sungai tersebut ambles. Saat kejadian, rumah tersebut dalam kondisi kosong.

"Saya tidak tahu kapan tepatnya roboh karena waktu itu sedang ada acara," kata salah seorang pemilik rumah Ni Kadek Astini (58) kepada detikBali, Selasa (20/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Astini menduga rumahnya roboh sekitar pukul 12.00 Wita pada Senin (19/10). Astini mengaku kaget ketika mendapati rumahnya sudah roboh.

"Pulang-pulang sudah seperti ini. Kalau rumah yang satunya memang tidak ditinggali sudah sekitar satu bulan," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Pantauan detikBali di lokasi, kedua rumah tersebut sudah dipasangi garis polisi. Bangunan yang ambruk ke sungai tampak belum dievakuasi.

Kasi Humas Polres Klungkung I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa menuturkan pemilik rumah baru melaporkan peristiwa tersebut pada Selasa pagi, sekitar pukul 09.00 Wita. Alit menyebut kedua rumah tersebut berdiri di atas lahan kontrakan.

"Dua pemilik rumah yang terdampak yakni Ni Wayan Muliani (53), seorang Sekretaris Desa Akah, serta Ni Kadek Astini (58), seorang karyawan honorer yang mengontrak di atas lahan milik Anak Agung Gede Rai Adnyana," terang Alit.

Kerusakan pada rumah milik Muliani meliputi jebolnya senderan bagian selatan sepanjang 5 meter. Peristiwa itu mengakibatkan bangunan garasi roboh, tembok rumah retak, hingga lantai rusak dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 75 juta.

Sementara itu, kerusakan pada rumah Astini mencakup jebolnya senderan rumah sebelah selatan beserta tembok penyengker sepanjang 7 meter. Selain itu, satu bangunan pelinggih dan kandang ayam beton milik Astini terperosok ke alur Tukad Subak Toye Hee dengan perkiraan kerugian sekitar Rp 20 juta.

"Total kerugian materil dari kedua rumah mencapai Rp 95 juta," jelas Alit.

Kedua bangunan rumah tersebut diketahui berdiri di atas kawasan Perumahan Koperasi Srinadi Klungkung. Lokasinya berada tepat di atas senderan alur sungai Tukad Subak Toye Hee.

Saat ini, di alur sungai tersebut juga sedang berlangsung proyek pengerjaan pembangunan senderan sungai oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida. Pihak pemilik rumah telah meminta penjelasan dan tanggung jawab kepada pengembang perumahan serta pihak BWS Bali-Penida. Namun, berdasarkan hasil koordinasi awal, pemilik rumah belum bisa menunjukkan izin bangunan.

Pihak BWS Bali-Penida melalui PPK Irigasi dan Rawa, I Wayan Juliarta, menyatakan kesediaannya untuk membantu pembangunan kembali senderan sungai. Namun, hal itu akan dipenuhi dengan syarat pemilik rumah bersedia mematuhi aturan yang berlaku, yaitu menjaga jarak aman bangunan minimal 1 meter dari alur sungai.

Dugaan awal menyebutkan jebolnya senderan berkaitan dengan posisi bangunan yang berdiri di atas alur sungai, kondisi tanah urugan, serta pengaruh pekerjaan proyek pembangunan senderan sungai. "Namun penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan teknis," imbuhnya.



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads