detikBali

Proyek Jalan Gajah Mada Denpasar Bikin Usaha Sepi, Pedagang Mengeluh

Terpopuler Koleksi Pilihan

Proyek Jalan Gajah Mada Denpasar Bikin Usaha Sepi, Pedagang Mengeluh


Sui Suadnyana, Fabiola Dianira - detikBali

Kondisi lalu lintas di Jalan Gajah Mada, Denpasar, saat proyek penataan kawasan berlangsung, Kamis (22/10/2026).
Foto: Fabiola Dianira/detikBali
Denpasar -

Proyek perbaikan Jalan Gajah Mada, Denpasar, dikeluhkan para pengusaha atau pedagang di sekitar lokasi. Musababnya, pengerjaan proyek itu berdampak terhadap penurunan jumlah pengunjung hingga pendapatan sejumlah toko di sana.

Salah satu karyawan toko perlengkapan bayi, Joan, mengungkapkan pendapatan tokonya menurun drastis sejak proyek perbaikan jalan berlangsung pada dua bulan lalu. Jalan yang macet dan akses parkir yang sulit membuat pembeli enggan datang.

"Orang-orang susah untuk belanja. Toko pun juga ada dampaknya jadi sepi, nggak ada pemasukan sama sekali. Orang-orang pun juga nggak ada kunjungan ke sini," kata Joan saat ditemui detikBali, Kamis (22/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Joan, hanya ada dua hingga tiga pengunjung yang datang dalam sehari ke tokonya. Bahkan, terkadang tidak ada satu pun pembeli yang datang. Situasi menyebabkan pendapatan toko menurun hingga sekitar 99%.

ADVERTISEMENT

"Pendapatan sekarang (turun) drastis sekali. Pemasukan nggak ada," ungkap perempuan berusia 30 tahun itu.

Menurut Joan, para pelanggan tetap dan pembeli grosiran yang biasanya meramaikan toko jarang datang. Mereka kesulitan mencari tempat parkir dan mengangkut barang lantaran proyek Jalan Gajah Mada.

"Yang sering ke sini biasa sekarang jarang, karena susah juga buat parkir. Kayak parkir motor, mobil. Kayak pembeli grosiran-grosiran yang nyari barang banyak juga susah. Soalnya susah parkir, ngambil barang juga susah," keluh Joan.

Selain berdampak pada pendapatan, proyek Jalan Gajah Mada juga menyebabkan banyak debu beterbangan. Sejumlah barang dagangan di toko Joan bahkan harus dilapisi plastik pelindung agar tidak kotor terkena debu.

"Ya, mudah-mudahan cepat selesai jalannya biar jualannya normal lagi kayak semula, biar nggak macet juga, biar nggak banyak debu juga," harap Joan.

Masril, pengelola salah satu toko karpet di kawasan Jalan Gajah Mada, mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, jumlah pengunjung dan pendapatan tokonya berkurang jauh dibandingkan sebelum proyek perbaikan jalan berlangsung.

"Jelas. Jauh sekali. Jauh sekali berkurang," terang Masril.

Masril menuturkan tokonya biasanya cukup ramai dikunjungi pembeli. Namun, sejak pengerjaan proyek berlangsung, jumlah pengunjung menurun drastis.

Selain sepinya pembeli, Masril juga mengeluhkan debu yang masuk ke dalam toko. Masril terpaksa menutup sebagian pintu tokonya guna mengurangi debu yang masuk.

Masril berharap pengerjaan proyek dapat dipercepat sehingga aktivitas perdagangan di kawasan tersebut kembali berjalan normal.

Di sisi lain, Masril juga menyoroti persoalan kebersihan di kawasan pertokoan, terutama sulitnya membuang sampah. Ia berharap pemerintah menyediakan fasilitas tempat sampah bagi para pedagang.

"Masalah kebersihan, tempat sampah. Susah sekali buang sampah. Mungkin bisa setiap lima toko ada kantong sampah, nanti kami dikenakan biaya bulanan, kami siap," terang Masril.



(hsa/hsa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads