detikBali

11 Bus Listrik Trans Sarbagita Diproyeksikan Angkut 230 Ribu Penumpang

Terpopuler Koleksi Pilihan

11 Bus Listrik Trans Sarbagita Diproyeksikan Angkut 230 Ribu Penumpang


Putu Yonata Udawananda - detikBali

Peluncuran bus listrik Trans Sarbagita di Renon, Denpasar, Kamis (22/10/2026).
Foto: Peluncuran bus listrik Trans Sarbagita di Renon, Denpasar, Kamis (22/10/2026). (Putu Yonata/detikBali)
Denpasar -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memperoleh hibah 11 unit bus listrik dari Pemerintah Korea Selatan (Korsel) yang dioperasikan sebagai armada Trans Sarbagita. Bus tersebut diproyeksikan akan mengangkut 230 ribu penumpang dalam 10 tahun beroperasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Country Representative Global Green Growth Institute (GGGI) Indonesia, Rowan Fraser, pelaksana Proyek Bali E-Mobility ini.

"Selama 10 tahun, bus-bus ini akan memperkaya kehidupan 230 ribu penumpang, termasuk pekerja, pelajar, anak-anak, turis, dan penduduk lokal," ungkap Rowan dalam peluncuran proyek tersebut di Denpasar, Kamis (22/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain proyeksi tersebut, Rowan juga membeberkan data emisi yang akan ditekan dengan kehadiran bus listrik tersebut. Menurutnya, akan ada 2.200 ton emisi CO2 yang akan ditekan selama 10 tahun ke depan.

ADVERTISEMENT

Data tersebut juga mendukung terciptanya udara yang lebih bersih dan mengurangi kebisingan suara kendaraan. Pihaknya juga menjamin inklusivitas dengan bus yang ramah terhadap kaum difabel.

Yang terpenting, 11 unit bus beserta 6 stasiun pengisian daya itu menjadi aset penuh yang dikelola Pemprov Bali. Fasilitas bus asal Negeri Ginseng itu juga telah dilengkapi dengan alat pengukur jumlah penumpang, penggunaan energi, dan pola pengisian daya sehingga datanya dapat dimanfaatkan oleh Pemprov Bali.

Menerima proyek hibah tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menyebut penggunaan transportasi umum listrik ini sebagai salah satu penyokong terhadap upayanya menekan polusi di Bali. Dia menyebut saat ini 90 persen polusi udara di Bali bersumber dari pembangkit listrik dan transportasi konvensional berbahan bakar fosil.

"Itulah sebabnya, untuk menjaga agar udara ini bersih, kita bisa melihat langitnya biru, itu supaya tidak saja alam ini bersih, dampaknya terhadap kesehatan manusia itu juga akan menjadi sangat bagus," tuturnya dalam kesempatan tersebut.

Sebanyak 11 bus listrik tersebut akan melayani Koridor 1 Trans Sarbagita dengan rute sepanjang 53 kilometer dengan 56 halte. Rute tersebut menghubungkan GOR Ngurah Rai dan Garuda Wisnu Kencana (GWK), Ungasan.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads