Wantilan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali direvitalisasi. Tempat yang biasanya digunakan untuk audiensi dengan masyarakat itu direvitalisasi dengan biaya Rp 2,7 miliar.
Sekretaris DPRD Bali Ketut Nayaka mengatakan angka tersebut jauh dari anggaran yang dianggarkan APBD sebesar Rp 3,5 miliar. Nayaka melanjutkan pembangunan dilakukan karena sejak dibangun puluhan tahun belum pernah dilakukan pemeliharaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di samping itu juga kita lakukan perluasan dikit untuk menambah kapasitas, nanti akan diperluas dengan penambahan selasar ada beberapa perbaikan lantai, ada pembersihan, termasuk pembuatan selasar," kata Nayaka ditemui di Kantor DPRD Bali, Rabu (9/9/2026).
Dia menuturkan proses pengerjaan akan berlangsung sekitar empat bulan. Nantinya, seluruh permohonan audiensi ke DPRD Bali akan diatur ulang hingga rampungnya revitalisasi wantilan.
"Nanti kalau sudah selesai ya kan itu memang untuk kegiatan-kegiatan kita termasuk masyarakat juga bisa menggunakan seperti sebelum-sebelumnya," ungkap mantan Kepala Biro Organisasi Setda Bali itu.
Nayaka mempertegas bahwa perbaikan ini untuk memberikan kenyamanan dan menambah kapasitas jika ada masyarakat maupun mahasiswa yang diterima audiensi dengan massa yang banyak.
"Yang jelas ini kan bangunan DPR sama Kantor Gubernur itu dibangun sama, ya mungkin sekitar tahun 80 sekian. Saya nggak hafal, tapi yang jelas sudah puluhan tahun memang harus diperbaiki," tandas Nayaka.
Sekretaris DPRD Bali, Ketut Nayaka ditemui di Kantor DPRD Bali, Rabu (9/9/2026). Rizki Setyo |
