Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra meninjau proyek perbaikan sejumlah ruas jalan di Gianyar. Mahayastra memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai rencana, baik dari sisi kualitas maupun progres di lapangan.
"Pembangunan jalan harus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Percepatan pekerjaan perlu diimbangi dengan pengawasan terhadap kualitas hasil pekerjaan," kata Mahayastra dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahayastra meminta pengerjaan proyek perbaikan jalan tersebut dipercepat hingga November 2026. Meski begitu, dia menekankan proyek tersebut tidak boleh mengorbankan kualitas fisik jalan.
"Kalau bisa November 2026 selesai. Kalau tidak bisa ya Desember 2026. Tapi kualitasnya harus bagus," kata Mahayastra.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar, dia berujar, berkomitmen untuk terus mempercepat penanganan jalan kabupaten. Mahayastra mengatakan seluruh jalan kabupaten yang mengalami kerusakan akan dituntaskan secara bertahap.
Adapun ruas jalan yang sedang diperbaiki, antara lain Jalan Tojan - Jalan Perangsada - Jalan Saba; Jalan Samu - Jalan Belang; Jalan Keliki - Jalan Sebali - Jalan Payogan; dan Jalan Tengipis - Jalan Gambih. Progres perbaikan semua ruas jalan itu belum mencapai 15 persen.
Ada pula perbaikan Jalan Tojan-Perangsada-Saba dengan progres 12,3 persen, Jalan Tebuana-Gelumpang 8,8 persen, Jalan Samu-Belang 12,1 persen, Jalan Keliki-Sebali-Payogan 5,7 persen, serta Jalan Tengipis-Gambih 6,6 persen.
Perbaikan sejumlah ruas jalan itu diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga dan meningkatkan konektivitas antarwilayah. Termasuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
"Agar infrastruktur yang dibangun dapat digunakan dengan aman dan nyaman," ujar Mahayastra.
Diketahui, pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas Pemkab Gianyar. Tahun ini, Pemkab Gianyar mengalokasikan sekitar Rp 189,875 miliar untuk menangani 36 paket pekerjaan jalan di berbagai wilayah. Tingkat kemantapan jalan ditargetkan mencapai sekitar 85 persen pada akhir tahun 2026.