Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), meletus sebanyak 291 kali dalam kurun 24 jam, Minggu (6/9/2026), pukul 00.00-24.00 Wita. Puncak gunung tampak membara akibat letusan dengan kolom abu 200-600 meter disertai warna asap putih dan kelabu ini.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok, Stanislaus Arakian, mengatakan gunung dengan ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini meletus saat cuaca cerah dan berawan dengan suhu udara 23-31°C.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Letusan 291 kali dengan amplitudo 22,1-40 milimeter dengan durasi 20-150 detik. Gemuruh dan dentuman lemah. Teramati aliran lava baru ke sektor timur laut sejauh 500 meter dari bibir kawa, " ujar Stanislaus dalam keterangan yang diterima detikBali, Senin (7/9/2026).
Stanislaus menjelaskan seiring letusan, terjadi 74 kali embusan, 22 kali tremor nonharmonik, dan tiga kali tektonik jauh. Selain itu, erupsi Gunung Ile Lewotolok juga membelah aliran lava menjadi dua bagian. Yakni, ke sektor selatan tenggara mencapai 1.800 meter dari bibir kawah dan ke sektor timur laut sejauh 1.100 meter dari bibir kawah.
"Masyrakat diharapkan wewaspadai potensi ancaman bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, dan sektor timur laut Gunung Ile Lewotolok," tandasnya.