detikBali

Jalan Getakan-Bakas Klungkung yang Ambles Mulai Diperbaiki

Terpopuler Koleksi Pilihan

Jalan Getakan-Bakas Klungkung yang Ambles Mulai Diperbaiki


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Proses pengerjaan Dinding Pembatas Tanah (DPT) di jalan Getakan-Bakas, Klungkung, Minggu (6/9/2026).
Foto: Proses pengerjaan Dinding Pembatas Tanah (DPT) di jalan Getakan-Bakas, Klungkung, Minggu (6/9/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Jalan Getakan-Bakas, di Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, yang ambles mulai diperbaiki. Pemkab Klungkung kini membangun Dinding Penahan Tanah (DPT) struktur untuk mengamankan badan jalan penghubung dua desa yang sebelumnya ambles akibat hujan lebat.

Kepala Dinas PUPRPKP Kabupaten Klungkung, I Made Jati Laksana, mengatakan perbaikan dilakukan sebagai penanganan darurat sekaligus jangka panjang.

"Sudah mulai dikerjakan seminggu lalu. Kami lakukan pekerjaan DPT struktur di ruas Getakan-Bakas. Ini untuk mengamankan badan jalan yang tebingnya labil. Kalau tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan berdampak pada akses masyarakat," ujar Laksana saat dikonfirmasi detikBali, Minggu (6/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaska anggaran perbaikan ini diambil dari dana pemeliharaan rutin Dinas PUPRPKP Klungkung.

ADVERTISEMENT

"Penanganan ini kita masukkan dalam kegiatan pemeliharaan rutin. Jadi begitu ada kerusakan atau titik rawan, langsung kita tangani agar tidak semakin parah dan mengganggu mobilitas warga," imbuhnya.

Saat ini pekerja terlihat membangun struktur DPT di sisi tebing. Material batu, besi, dan bekisting kayu sudah dipasang untuk pengecoran. Targetnya, pengerjaan segera selesai agar aktivitas warga kembali aman.

Sebelumnya, kondisi jalan Getakan-Bakas sempat memprihatinkan. Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Klungkung pada Selasa (26/5) lalu mengakibatkan separuh badan jalan amblas.

Di titik longsoran, cakar beton pembatas jalan bahkan tergantung di tebing. Polsek Banjarangkan saat itu sudah memasang rambu peringatan, garis polisi, dan menutup area longsoran dengan terpal.

Kondisi ini memicu kekhawatiran warga, terutama para pelajar. Kadek Sugiarta (17), pelajar asal Desa Bakas, mengaku khawatir setiap kali melintas.

"Banyak siswa dari Bakas dan dari desa lainnya yang lewat sini setiap hari untuk sekolah ke Smarapura. Jadi kalau begini jalannya bisa bahaya," ujarnya.

Menurut Sugiarta, jalur Getakan-Bakas merupakan rute utama. Memang ada jalan alternatif Bakas-Banjarangkan, tapi jaraknya lebih jauh dan memutar sehingga tidak efisien bagi pelajar. Dengan adanya pembangunan DPT ini, diharapkan jalur utama Getakan-Bakas bisa kembali digunakan dengan aman.



(hsa/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads