detikBali

Regrouping 4 SD di Tabanan Tinggal Tunggu SK Bupati

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Regrouping 4 SD di Tabanan Tinggal Tunggu SK Bupati


I Dewa Made Krisna Pradipta - detikBali

Kondisi SDN 2 Sembung Gede di Banjar Batuaji Kawan, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Bali. Sekolah ini akan di-regrouping ke SDN 1 Sembung Gede. (Foto: Krisna Pradipta/detikBali)
Foto: Kondisi SDN 2 Sembung Gede di Banjar Batuaji Kawan, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Bali. Sekolah ini akan di-regrouping ke SDN 1 Sembung Gede. (Foto: Krisna Pradipta/detikBali)
Tabanan -

Rencana penggabungan (regrouping) empat sekolah dasar negeri di Kabupaten Tabanan, Bali, masih menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) Bupati. Selama keputusan tersebut belum diterbitkan, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung di masing-masing sekolah.

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, Made Sukanitera, mengatakan empat sekolah yang akan diregrouping berada di Kecamatan Kerambitan dan Kecamatan Selemadeg Barat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Kecamatan Kerambitan, SD Negeri 2 Sembung Gede akan digabung dengan SD Negeri 1 Sembung Gede. Sementara di Kecamatan Selemadeg Barat, SD Negeri 1 Selabih akan digabung ke SD Negeri 2 Selabih.

Menurutnya, selama SK Bupati belum terbit, seluruh siswa tetap menjalani kegiatan belajar mengajar di sekolah masing-masing. Penggabungan baru akan dilaksanakan setelah keputusan resmi diterbitkan oleh pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

"Untuk saat ini siswa masih tetap belajar di sekolah lama. Nanti setelah SK sudah keluar baru dilakukan penggabungan," ujar Sukanitera.

Sukanitera menjelaskan, hingga kini belum ada rencana penambahan sekolah yang akan diregrouping pada tahun depan. Dinas Pendidikan akan lebih dulu melakukan kajian terhadap sekolah-sekolah yang dinilai memenuhi kriteria untuk digabung.

Adapun alasan utama regrouping yakni jumlah siswa dalam seluruh angkatan minim sehingga penggabungan diperlukan. Selain itu, kondisi sekolah yang rusak atau tua juga menjadi salah satu faktornya.

"Evaluasi akan dilakukan secara bertahap sebelum pemerintah memutuskan penambahan sekolah yang akan digabung pada masa mendatang," pungkasnya.



(nor/nor)










Hide Ads