Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bali memastikan wacana regrouping atau penggabungan sekolah tidak membebani para guru. Terutama guru yang mengajar di sekolah yang kekurangan murid.
Kepala BKPSDM Bali I Wayan Budiasa menuturkan beban yang dimaksud salah satunya seperti mempertimbangkan jarak sekolah dari domisili tinggal guru tersebut tidak terlalu jauh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalaupun nanti akhirnya jadi rencana regrouping ini, kami pastikan teman-teman (guru) akan aman. Dalam pengertian teman-teman tentu akan ditempatkan pada tempat-tempat atau sekolah-sekolah yang tidak begitu jauh dari lokasi," kata Budiasa ditemui di BKPSDM Bali, Denpasar, Jumat (17/7/2026).
"Sehingga berkaitan dengan pengabdian, berkaitan dengan pekerjaan, tentunya tidak akan memberatkan," lanjutnya.
Budiasa menjelaskan kebutuhan guru akan disesuaikan dengan kebutuhan mata pelajaran di sekolah. Misalkan, ketika penggabungan sekolah tersebut hanya membutuhkan tambahan satu guru matematika, nantinya guru matematika lainnya dari sekolah minim siswa akan ditempatkan di tempat lain yang terdekat.
Pun demikian, Budiasa menuturkan pihaknya bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bali berencana akan menyimulasikan terkait penugasan tenaga pendidik. Yang pasti, Pemprov Bali akan mempertimbangkan jarak dan kapasitas sekolah yang membutuhkan guru di mata pelajaran yang dibutuhkan.
"Karena kalau sangat jauh dari tempat tugas yang lama, tentu akan ada biaya kos atau atau biaya transport yang lebih tinggi. Tentu juga menjadi bahan pertimbangan kami," jelasnya.
Mantan Kepala Biro Umum dan Protokol Setda Bali itu melanjutkan, saat ini sedang dilakukan pendataan oleh BKPSDM dan Disdikpora mana saja sekolah-sekolah yang tidak memenuhi syarat dalam arti minim murid setiap PPDB berlangsung.
"Memenuhi syarat dalam artian jumlah rombel, atau ruang kelas dengan jumlah murid yang diterima jauh sekali sehingga ini dianggap tidak maksimal ketika terpisah begitu," ucap Budiasa.
"Makanya dimunculkan wacana regrouping, sehingga pemberian pendidikan dan pola pendidikan kepada murid-murid bisa lebih maksimal," imbuhnya.
Berdasarkan data BKPSDM Bali, total guru ASN maupun non-ASN sebanyak 8.157 orang dengan rincian 3.579 guru PNS, 4.110 guru PPPK dan 468 guru PPPK Paruh Waktu.