Shuttle BUPDA Intaran Layani 150 Penumpang Sehari, Didominasi Wisman

Maria Christabel DK - detikBali
Rabu, 06 Mei 2026 09:26 WIB
Sejumlah wisatawan menaiki shuttle bus listrik di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, beberapa waktu lalu. (Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Denpasar -

Layanan shuttle bus Desa Adat Intaran yang melayani penumpang di kawasan Sanur, Denpasar, lebih banyak diminati oleh wisatawan mancanegara (wisman). Jumlah penumpang yang dilayani transportasi publik itu mencapai 150 orang per hari.

"Penumpang lokal jarang. Biasanya Sabtu-Minggu baru banyak," ujar salah satu sopir shuttle, Budi Astawa, Selasa (5/5/2026).

Layanan shuttle yang dikelola Desa Adat Intaran melalui Bhaga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) Intaran itu mulai beroperasi sejak Agustus 2025. Sebanyak 12 armada dioperasikan setiap hari dari pukul 07.00 hingga 23.00 Wita.

Petajuh Pengraksa BUPDA Intaran I Wayan Robi mengakui layanan shuttle bus sebagai transportasi umum belum banyak dilirik warga. Selain itu, ia menyebut masih banyak penumpang yang belum memahami mekanisme shuttle tersebut.

"Karena tidak terbiasa naik public transport, masih perlu diedukasi soal sistemnya," tutur Robi.

Robi menjelaskan tarif shuttle Rp 5.000 berlaku untuk penumpang domestik maupun mancanegara untuk 90 menit perjalanan. Shuttle bus itu berangkat dari Pantai Mertasari kemudian berputar di Pantai Segara Ayu dan kembali berhenti Pantai Mertasari, Sanur.

"Satu kali jalan bolak-balik Mertasari lalu Segara Ayu lalu Mertasari lagi. Nah, sampai Mertasari, penumpang harus pindah ke shuttle lain karena sistemnya bergantian. Satu yang sampai harus berhenti, lalu satunya lagi harus jalan," jelas Robi.



Simak Video "Video Motif Penusukan di Denpasar: Pelaku Tersinggung Ditatap Korban"


(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork