detikBali

Ada Bus Gratis, Penonton MotoGP Mandalika Diminta Tak Pakai Mobil

Terpopuler Koleksi Pilihan

Ada Bus Gratis, Penonton MotoGP Mandalika Diminta Tak Pakai Mobil


Ahmad Viqi - detikBali

Sejumlah pekerja menyelesaikan pengecatan pinggir lintasan Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika di KEK Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (17/9/2026). Menjelang perhelatan Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 pada 9 hingga 11 Oktober 2026, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menyempurnakan sejumlah pekerjaan teknis dan operasional, termasuk pemeliharaan lintasan serta pembaruan sistem Closed-Circuit Television (CCTV) di seluruh tikungan sirkuit dan berbagai fasilitas pendukung yang ditargetkan selesai pada 1 Oktober 2026. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/nym.
Foto: Sejumlah pekerja menyelesaikan pengecatan pinggir lintasan Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika di KEK Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (17/9/2026). (ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)
Mataram -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta agar penonton lokal tidak menggunakan mobil menuju Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, untuk menonton MotoGP pada 9-11 Oktober 2026. Sebagai gantinya, pemerintah telah menyiapkan puluhan armada shuttle bus gratis untuk melayani para penonton.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Khaerus Sobri, mengungkapkan bahwa skema transportasi penonton kali ini dibagi menjadi dua kategori operasional, yakni shuttle luar dan shuttle dalam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Shuttle dalam itu ada 114 unit yang diadakan oleh kawan-kawan ITDC. Tugasnya menjemput penonton dari area parkir merah dan parkir hijau menuju sirkuit, termasuk mengangkut penonton dari hotel-hotel di dalam kawasan," ujar Sobri dihubungi via WhatsApp, Senin petang (21/9/2026).

Sementara untuk shuttle luar, Dishub NTB mengoperasikan sekitar 40 hingga 42 unit bus lintas ukuran mulai dari bus kecil, sedang, hingga bus besar dengan total kapasitas mencapai 3.000 tempat duduk. Seluruh layanan shuttle ini disediakan secara gratis.

ADVERTISEMENT

Dishub NTB, tutur Sobri, akan menempatkan armada bus luar di sejumlah titik strategis guna mengangkut penonton dari berbagai jalur kedatangan. Area Eks Bandara Selaparang di Mataram menjadi penghubung utama dengan alokasi mencapai 30 bus untuk mengantar penonton menuju parkir 7 Sirkuit Mandalika.

Selain dari Mataram, titik shuttle juga disiagakan di Senggigi untuk mengangkut penonton yang datang dari Bali via jalur laut. Penonton yang tiba dari arah Lombok Utara melalui Bangsal serta Pelabuhan Lembar juga disiapkan armada bus langsung menuju area parkir timur maupun barat sirkuit.

"Penonton tidak perlu khawatir terkait keberangkatannya dari Mataram, Senggigi, maupun Lembar. Begitu sampai di area parkir sirkuit, sudah ada shuttle dalam yang menyambut untuk mengantar sesuai warna gelang tiket masing-masing," jelasnya.

Sobri mengingatkan penonton untuk memperhatikan jam operasional bus, khususnya di titik Eks Bandara Selaparang. Pengangkutan bus dibagi dalam dua gelombang pengantaran, dimulai pukul 07.00 Wita dan keberangkatan terakhir paling lambat pukul 12.00 Wita.

"Kenapa paling telat jam 12? Karena estimasi perjalanan itu sekitar dua jam. Jadi sampai sirkuit jam 2 siang dan penonton bisa siap-siap menyaksikan balapan jam 3 sore," terangnya.

Sobri pun meminta kepada penonton lokal warga NTB untuk tidak menggunakan mobil pribadi menuju kawasan Mandalika saat MotoGP demi menghindari kemacetan parah dan risiko kecelakaan.

"Ketika volume kendaraan tinggi, sangat riskan terjadi kecelakaan. Kami imbau manfaatkan shuttle bus gratis yang sudah kami siapkan di Selaparang," imbaunya.

Selain kesiapan armada shuttle, Dishub NTB bersama Ditlantas Polda NTB dan ITDC juga telah memetakan rekayasa lalu lintas. Pihaknya menyiapkan dua skenario alur kendaraan, yakni skenario dalam kondisi normal dan skenario khusus sekiranya Presiden RI hadir menyaksikan balapan.

"Untuk tarif rental kendaraan umum di luar shuttle ini sedang menunggu usulan resmi dari Organda NTB sebelum mengeluarkan kebijakan tarif terbaru," tandasnya.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads