DISCLAIMER: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Pelajar inisial IPPW (18) ditemukan meninggal gantung diri di pohon jati dekat rumahnya di Banjar Dinas Belong, Desa Ulakan, Kecamatan Manggis, Karangasem, Selasa (5/5/2026) pagi. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait motif remaja itu nekat mengakhiri hidupnya.
Kapolsek Manggis, Kompol Made Suadnyana, mengatakan IPPW tidak ada di rumahnya sejak Senin (4/5/2026) sore. Ponselnya juga ditemukan di atas kursi rumah oleh ibunya. Saat itu, ibunya sama sekali tidak menaruh curiga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anaknya tersebut dikatakan sudah sering meninggalkan rumah tanpa izin sehingga dianggap hal yang biasa," kata Suadnyana, Selasa (5/5/2026).
Namun, saat tertidur, ibunya bermimpi jika IPPW memanggil-manggil. Sang ibu kemudian terbangun dari tidurnya dan gelisah, merasa terjadi sesuatu kepada anaknya.
Sang ibu bersama adik IPPW kemudian melakukan pencarian di sekitar rumahnya pada Selasa (5/5/2026) pagi. Mereka kemudian mendapati IPPW tergantung di pohon jati.
Melihat hal tersebut, ibu IPPW kemudian berteriak minta tolong kepada masyarakat sekitar. Tak berselang lama, beberapa masyarakat datang dan membantu menurunkan IPPW untuk dibawa ke rumahnya. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke polisi.
Baca juga: Apoteker Tewas Gantung Diri di Apotek Kupang |
Suadnyana mengungkapkan PPW tidak pernah cerita apa pun kepada orang tuanya. IPPW dalam kesehariannya juga tidak terlihat aneh atau mencurigakan dalam beberapa hari terakhir.
"Untuk motif kami masih lakukan penyelidikan lebih lanjut karena orang tuanya juga belum bisa dimintai keterangan lebih detail karena masih syok. Namun, dikatakan jika korban selama ini sering punya keinginan bunuh diri tanpa sebab, tetapi bisa dicegah," ujar Suadnyana.