Pelinggih Meru di Pura Puseh Batumadeg, Desa Batumadeg, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali, terbakar, tadi siang sekitar pukul 12.15 Wita. Kebakaran diduga akibat percikan api dari pembakaran sampah di sisi barat pura yang terbawa angin hingga menyambar bagian atap bangunan sakral tersebut.
Kasi Damkarmat Satpol PP dan Damkar Klungkung, I Gde Erwan Supriantana, membenarkan insiden tersebut. Ia menerangkan laporan kejadian pertama kali disampaikan Camat Nusa Penida ke pos pemadam Nusa Penida sekitar pukul 12.34 Wita.
"Bahan atap Meru yang terbuat dari ijuk membuat api sangat cepat membesar, sehingga bangunan tersebut terpaksa harus dirobohkan," jelas Erwan pada detikBali, Kamis (3/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, warga sekitar bergotong royong mengambil tindakan cepat untuk mengantisipasi meluasnya kobaran api. Menggunakan bilah bambu panjang, warga bersama-sama merobohkan dan mengurai struktur pelinggih Meru yang mudah terbakar agar api tidak merembet ke bangunan pura lainnya.
Aksi sigap warga desa dengan peralatan seadanya tersebut memberi waktu berharga sebelum armada pemadam tiba di tempat kejadian perkara. Kobaran api yang membubung dari atas atap ijuk berhasil dilokalisasi sehingga tidak meluas ke areal pelinggih atau bangunan suci lainnya di dalam kompleks pura.
"Petugas pemadam kebakaran yang tiba tak lama kemudian langsung melakukan penyiraman dan pendinginan pada sisa-sisa material ijuk serta kayu yang dirobohkan warga," terang Erwan.
Pendinginan dilakukan guna memastikan tidak ada lagi bara api tersembunyi yang berpotensi memicu kobaran susulan di area pura.
Dilaporkan, tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka akibat kejadian tersebut. Adapun taksiran kerugian belum diketahui.
Atas peristiwa ini, pihak Damkar Klungkung mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat melakukan pembakaran sampah, terutama di dekat bangunan suci atau permukiman.
Angin kencang dan material bangunan beratap ijuk yang sangat sensitif terhadap api menjadi faktor risiko tinggi yang perlu diantisipasi bersama, terutama di musim kemarau.