DISCLAIMER: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Apoteker inisial MLL ditemukan tewas gantung diri di dalam sebuah apotek di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (26/04/2026) sore.
"Iya korban seorang perempuan yang diduga meninggal karena gantung diri di dalam ruangan apotek," ujar Kapolsek Kota Lama, AKP Zainal Arifin Abdurahman, kepada detikBali, Senin (27/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arifin menuturkan MLL diketahui bunuh diri setelah adik kandungnya, GL (21), mendatangi apotek untuk makan siang bersama kakaknya itu sekitar pukul 13.00 Wita. GL menggedor-gedor pintu belakang apotek sembari memanggil MLL, tetapi tak ada jawaban.
GL lalu menelepon kakaknya, SL (26), untuk datang ke lokasi. Sebab, saat itu juga, kedua pintu apotek itu sedang tertutup. GL kemudian memilih duduk di luar apotek. Ia menduga MLL tengah tertidur pulas.
Namun, sekitar dua jam kemudian, GL pulang kembali ke rumahnya di Kelurahan Penfui. Sekitar pukul 16.00 Wita, SL mendatangi lokasi. Ia juga sempat memanggil MLL, tetapi hasilnya sama.
SL lantas mendobrak pintu belakang dan melihat sang kakak dalam posisi gantung diri di pintu belakang. Melihat hal itu, SL langsung masuk dan histeris sambil memeluk tubuh MLL.
"Saat itu, saksi langsung menghubungi orang tua, keluarga lainnya, dan polisi untuk datang ke lokasi," tutur Arifin.
Menurut Arifin, setelah mendapati laporan tersebut, sejumlah personel Polresta Kupang Kota dan Polsek Kota Lama langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya, jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Titus Uly Kupang untuk pemeriksaan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Keluarga juga menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazahnya.
"Jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka di Pastori Gereja Imanuel Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang untuk proses pemakaman," terang Arifin.
Menurut Arifin, MLL nekat mengakhiri hidupnya karena diduga dipicu oleh masalah utang. Polisi juga sudah menyita tangkapan layar hasil percakapan antara korban dan pacarnya inisial HMP (32).
"Ini masih kami selidiki, tetapi bukti percakapan dengan pacarnya, itu kami sudah print sebagai bukti," jelas Arifin.
(hsa/hsa)










































