Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth sepakat menaikkan level kerja sama militer kedua negara. Dari pertemuan di Pentagon, AS dan Indonesia resmi membentuk Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama atau Major Defense Cooperation Partnership (MDCP).
Dilansir dari laman resmi Departemen Perang AS, Selasa (14/4/2026), pertemuan berlangsung di Pentagon, markas besar Departemen Perang AS di Virginia. Kesepakatan ini menandai penguatan signifikan hubungan pertahanan bilateral kedua negara.
"Kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan hubungan pertahanan bilateral AS-Indonesia menjadi Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama," tulis keterangan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MDCP akan menjadi kerangka utama dalam memperluas kolaborasi operasional, mendukung modernisasi pertahanan, serta meningkatkan pelatihan dan interoperabilitas militer kedua negara.
Dalam pertemuan itu, Hegseth juga memuji peran Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian. Indonesia dinilai memainkan peran penting dalam Pasukan Stabilisasi Internasional.
Keduanya turut menegaskan kembali pentingnya hubungan pertahanan bilateral serta membahas sejumlah agenda strategis, termasuk peningkatan pelatihan pasukan khusus dan pendidikan militer profesional.
Sjafrie dan Hegseth juga berkomitmen memperluas cakupan serta kompleksitas latihan bilateral dan multilateral, seperti Super Garuda Shield. Langkah ini diharapkan memperkuat kemampuan kolektif serta mendorong doktrin perdamaian melalui kekuatan atau peace through strength.
Departemen Perang AS dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) diharapkan terus memperkuat kemitraan jangka panjang dan memperdalam kerja sama di bawah payung MDCP.
Pernyataan Bersama Pembentukan MDCP
Sjafrie dan Hegseth turut mengumumkan pembentukan Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama (MDCP) antara AS dan Indonesia. Pengumuman ini mencerminkan posisi strategis Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan sekaligus menegaskan potensi besar hubungan pertahanan kedua negara.
MDCP akan menjadi panduan utama dalam memajukan kerja sama pertahanan bilateral. Melalui kesepakatan ini, kedua negara kembali menegaskan komitmen bersama untuk menjaga perdamaian dan stabilitas Indo-Pasifik.
Dalam pernyataan bersama, disebutkan MDCP memiliki tiga pilar utama yang dijalankan dengan prinsip saling menghormati dan menjunjung kedaulatan nasional:
1. Modernisasi militer dan peningkatan kapasitas;
2. Pelatihan dan pendidikan militer profesional;
3. Latihan dan kerja sama operasional.
(dpw/dpw)










































