Rotman Naibaho terlihat sibuk mengatur motor jemaah salat Jumat yang keluar dari area parkir di Pusat Peribadatan Puja Mandala. Sambil mengatur parkiran, ia juga mengarahkan arus umat yang akan masuk ke Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa, Nusa Dua, Badung, untuk mengikuti misa Jumat Agung pada Jumat (3/4/2026).
Di Puja Mandala, Masjid Agung Ibnu Batutah dan Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa berdiri tepat berdampingan. Setelah salat Jumat selesai, umat Katolik mulai berdatangan, bahkan sejak pukul 12.00 Wita walaupun misa baru akan mulai dua jam lagi, untuk mendapatkan tempat di dalam gereja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Puji Tuhan (Jumatan) berjalan dengan baik tadi untuk waktu yang bersamaan dengan Katolik. Sementara kami masih menunggu tamu untuk mengikuti Jumat Agung, dan di sebelah di masjid sudah selesai untuk Jumatan," ujar Rotman yang merupakan panitia Paskah gereja tersebut, Jumat (3/4/2026).
Dua ibadah dari tempat yang berdekatan membuat pengaturan parkir menjadi perhatian utama agar tidak terjadi kepadatan. Parkir jemaah salat Jumat memanfaatkan area dalam kompleks Puja Mandala hingga depan gereja dan vihara. Sementara parkir umat Katolik diarahkan ke sisi timur, di seberang area Puja Mandala.
Pihak gereja juga mengatur jadwal misa agar tidak berbenturan dengan waktu salat Jumat. Ibadah Jalan Salib dilaksanakan pukul 09.00 Wita, sementara misa Jumat Agung pertama dimulai pukul 14.00 Wita.
"Kami kan misanya jam 2 baru mulai. Nah, kalau salat ya paling jam 12 mulai. Jadi biar teman-teman yang ke masjid itu bisa mereka pakai lahan parkirnya di luar sini. Nah, kalau kami untuk yang Katolik kami sudah atur parkirannya di timur sana, biar nggak mengganggu parkiran mereka," ujar Koordinator Keamanan Satgas Paroki Maria Bunda Segala Bangsa, Ignatius Jehabut.
Telah diatur sedemikian rupa, Ignatius melihat umat merasa nyaman karena tidak terjadi kepadatan berlebih. Lalu lintas di sekitar kawasan juga tetap lancar.
"Respons umatnya sih mereka senang-senang saja karena tidak terjadi crowded aja di sini. Artinya untuk lalu lintas juga lancar di luar, jadi pas selesai salat di sebelah, umat kamimasuk ke sini. Jadi lancar saja jadinya," imbuhnya.
Di masjid, Muhammad Hijri Azhari, salah satu jemaah yang mengikuti salat Jumat, mengaku akan langsung bergegas pulang setelah Jumatan karena mendapat imbauan dari pihak masjid agar memberi ruang bagi persiapan Jumat Agung umat Katolik.
Baca juga: Nyepi, Idul Fitri, dan Sebuah Kerisauan |
"Jadi tadi ketika selesai Jumatan kami diimbau supaya cepat pulang karena kan memang di sebelah ada kegiatan tertentu. Jadi ketika selesai dari Jumatan, kami diimbau untuk segera pulang agar dari pihak gereja bisa menjalankan event-nya," katanya.
Ia mengamati jumlah jemaah salat Jumat tetap ramai seperti biasa, hingga lantai dua masjid. Meski bertepatan dengan Jumat Agung, ia tidak merasakan adanya perbedaan dalam peribadatannya.
"Nggih, untuk ini nggak terganggu, karena kan memang sudah bekerja sama sama gereja. Memang kalau di sini memang ada timnya, misal tim parkiran seperti itu sudah terbentuk tim," ucapnya.
Menurutnya, toleransi antarumat beragama di kawasan Puja Mandala sudah terjalin dengan baik dan terus dijaga.
(nor/nor)










































