Memasuki sepuluh hari terakhir di Bulan Ramadhan ini ada satu malam yang begitu istimewa. Malam ini memiliki kebaikan setara dengan beribadah selama 1000 bulan. Malam tersebut adalah malam Lailatul Qadar.
Namun kehadiran malam Lailatul Qadar dirahasiakan, bahkan Nabi Muhammad tidak mengetahui kapan persisnya. Nabi hanya menyampaikan tanda-tanda malam Lailatul Qadar. Apa saja tanda-tanda tersebut? Simak selengkapnya!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar?
Dilansir dari beberapa sumber seperti laman MUI online dan Tebuireng online, tanda malam Lailatul Qadar dapat dilihat dari keadaan alam pada saat malam hingga terbit matahari. Diriwayatkan dari Ubay bin Ka'ab, Nabi Muhammad saw bersabda:
هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.
"Malam itu adalah malam yang cerah, yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru" (HR. Muslim no. 762, dari Ubay bin Ka'ab).
Hadits tersebut mengungkapkan bahwa malam Lailatul Qadar merupakan malam yang cerah dan matahari terbit dengan cerah dan hangat. Tentu saja ciri ini tidak langsung dirasakan semua orang, lebih banyak yang merasakan setelah terjadinya malam Lailatul Qadar.
Berdasarkan pengalaman para sahabat dan alim ulama, ada sebagian ulama yang menghitung potensi terjadinya malam Lailatul Qadar. Salah satu yang memiliki pendapat kuat mengenai hal ini adala Imam Hamid Al-Ghazali dan Imam Hasan As-Syadzili.
Cara mengetahui kapan terjadinya Lailatul Qadar dapat dilihat pada awal terjadinya Bulan Ramadhan. Berikut perhitungannya.
- Jika hari pertama adalah malam Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar akan jatuh pada malam tanggal 29 Ramadhan.
- Jika hari pertama jatuh pada malam Senin, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 21 Ramadhan.
- Jika hari pertama jatuh pada malam Kamis, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 25 Ramadhan.
- Jika hari pertama jatuh pada malam Sabtu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 23 Ramadhan.
- Jika malam pertama jatuh pada Selasa atau Jumat, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 27 Ramadhan.
Meski ulama seperti Imam Al-Ghazali memberikan perhitungan terjadinya Lailatul Qadar, sebaiknya kita tetap memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir.
Apa Saja Amalan Pada Malam Lailatul Qadar?
Ada banyak amalan yang bisa dilakukan yang bisa dilakukan saat malam Lailatul Qadar. Sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata:
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa ketika memasuki sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, beliau kencangkan sarungnya (bersungguh - sungguh dalam ibadah dengan meninggalkan istri-istrinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah." (HR. Bukhari, no. 2024 dan Muslim, no. 1174).
Amalan pertama adalah memperbanyak membaca Al-Quran dan zikir. Kedua, menghadiri salat Isya dan Subuh secara berjamaah. Ketiga, melakukan salat malam. Keempat, mengamalkan doa pada malam Lailatul Qadar. Adapun doa malam Lailatul Qadar adalah sebagai berikut:
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annī ('annā jika dibaca berjamaah) Artinya, "Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf yang pemurah. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami)."
(nor/nor)










































