Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) adalah momentum yang bagus untuk menyampaikan pesan tentang pendidikan. Pesan tersebut dapat disampaikan melalui pidato upacara Hardiknas.
Hari Pendidikan Nasional adalah satu hari besar yang memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh sekaligus Menteri Pendidikan pertama. Hari lahirnya pada tanggal 2 Mei secara resmi dijadikan sebagai peringatan Hari Pendidikan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu kegiatan utama Hardiknas adalah upacara bendera yang dilakukan oleh instansi pendidikan hingga tingkat terbawah. Dalam upacara tersebut terdapat bagian pembacaan pidato amanat oleh pembina upacara.
detikBali mengumpulkan beberapa pidato tentang Hardiknas yang bisa dijadikan sebagai referensi. Yuk, simak kumpulan pidato Hari Pendidikan Nasional selengkapnya!
Pidato Hari Pendidikan Nasional #1
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Yang saya hormati bapak/ibu Kepala Sekolah,
Yang saya hormati bapak/ibu guru dan rekan-rekan semuanya,
Serta siswa-siswa semuanya yang saya sayangi,
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatnya pada kita semua yang berada di sini sehingga kita bisa melaksanakan peringatan Hardiknas atau Hari Pendidikan Nasional 2024.
Shalawat dan salam tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang selalu kita harapkan syafaatnya kelak di hari akhir.
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Hari ini, tanggal 2 Mei 2024, kita bersama-sama melaksanakan peringatan hari pendidikan nasional atau Hardiknas 2024. Di Hari Pendidikan Nasional ini, apakah kalian tahun sejarah Hardiknas tanggal 2 Mei?
Jadi, Hari Pendidikan Nasional setiap tanggal 2 Mei diperingati ini berbarengan dengan hari lahirnya Ki Hajar Dewantara, yakni tanggal 2 Mei 1889.
Sebagai pelajar, tentunya kita perlu tahu Ki Hajar Dewantara yang dijuluki sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Lantas, Mengapa Ki Hajar Dewantara dijuluki sebagai bapak pendidikan nasional?
Hal ini dikarenakan jasanya di bidang pendidikan yang begitu besar. Bahkan, sejarah menuliskan bahwa lembaga taman siswa di Yogyakarta dibangun oleh Ki Hajar Dewantara.
Hadirin sekalian yang berbahagia,
Apa makna Peringatan Hari Pendidikan Nasional, terutama pelajar?
Hari Pendidikan Nasional ini memiliki makna sangat berarti. Adapun salah satu makna digelarnya peringatan Hari Pendidikan Nasional ini diharapkan semangat pelajar dalam mencari ilmu semakin bertambah, karena ilmu sangat penting untuk masa depan.
Makna lainnya dilaksanakan peringatan Hari Pendidikan Nasional ini untuk mengingatkan kita tentang sejarah pendidikan yang ada di Indonesia pada masa dulu. Ini juga mengingatkan kita akan sosok yang sangat menginspirasi dalam dunia pendidikan yakni Bapak Ki Hajar Dewantara.
Hadirin sekalian yang saya sayangi,
Demikian pidato yang saya sampaikan dan semoga bermanfaat. Saya akhiri Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Pidato Hari Pendidikan Nasional #2
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om swastiastu,
Namo buddhaya,
Salam kebajikan,
Rahayu,
Yang terhormat Bapak/Ibu selaku Kepala Sekolah,
Yang terhormat Bapak/Ibu Guru beserta para staf,
Serta yang saya sayangi dan banggakan segenap peserta didik.
Marilah pertama-tama kita panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat Allah SWT karena karunia-Nya lah, sehingga pada kesempatan yang berbahagia ini kita dapat bertemu dan berkumpul dalam keadaan sehat walafiat tanpa kurang suatu apa pun. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah terhadap junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Semoga kita menjadi salah satu umat yang akan memperoleh syafaat di Yaumul Akhir kelak, amin.
Hadirin yang saya hormati,
Tepat hari ini kita semua memperingati hari pendidikan nasional, pada hari ini juga kita sebagai warga negara Indonesia menginginkan adanya perbaikan dan pembaharuan terhadap pendidikan di Indonesia yang lebih baik lagi dan harus kita mulai dari diri kita sendiri.
Jika melihat sejarah ke belakang, maka kita dapat menyaksikan bagaimana perjuangan para pahlawan kita khususnya di bidang pendidikan yang bersusah payah menimba ilmu di sekolah rakyat. Kita patut bersyukur bahwa hari ini kita bisa mengenyam pendidikan dengan lebih layak dan sudah hampir dipastikan tercukupinya keperluan belajar. Sehingga kita harus lebih bersemangat dalam belajar maupun mengajar.
Coba kita bayangkan bagaimana jika setiap guru dan murid yang sudah mengerti terhadap dunia teknologi dapat dimanfaatkan dengan baik, maka akan menciptakan orang-orang yang cerdas, inovatif, dan berwawasan luas.
Hadirin yang saya cintai,
Marilah di hari pendidikan nasional ini kita renungkan sejenak dan mengheningkan cipta seraya mengenang segala bentuk perjuangan dari para pahlawan pendidikan pendahulu kita, betapa berharganya ilmu-ilmu yang telah mereka ajarkan kepada kita sehingga kita dapat menjadi pribadi yang bermanfaat lingkungan kita.
Untuk itu marilah kita menjadikan momen hari pendidikan nasional ini sebagai awal mula pembaharuan terhadap diri kita sendiri dalam belajar dan mengajar yang lebih baik, supaya tidak ada lagi kebodohan serta ketidaktahuan terhadap pendidikan.
Hadirin yang saya hormati,
Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga dapat memberikan manfaat serta menjadi motivasi terhadap kita semua dalam belajar dan mengajar. Apabila ada salah dalam bertutur kata saya ucapkan mohon maaf sebesar-besarnya.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Pidato Hari Pendidikan Nasional #3
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam sejahtera,
Salam kebajikan.
Yang saya hormati, Bapak/Ibu Kepala Sekolah, Bapak/Ibu Guru, dan seluruh peserta upacara yang saya cintai,
Pada hari ini, kita berkumpul untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional, sebuah momen penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Dengan tema "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua " kita diajak untuk menyadari bahwa pendidikan berkualitas tidak bisa tercipta oleh satu pihak saja. Pendidikan yang baik lahir dari kerjasama semua pihak.
Guru adalah penerang jalan, orang tua adalah dasar yang kokoh, masyarakat adalah penjaga, siswa adalah penerus yang akan membawa bangsa ini ke depan.
Mari kita bekerja bersama untuk:
• Membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas,
• Membina karakter bangsa,
• Mendorong kreativitas dan inovasi,
• Menciptakan generasi yang tidak hanya berdaya saing secara global, tetapi juga tetap teguh dengan akar budaya bangsa.
Teman-teman pelajar yang saya banggakan,
Teruslah belajar tanpa henti, teruslah bermimpi setinggi mungkin, karena masa depan bangsa ini ada di tangan kalian.
Semoga peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 ini menjadi tonggak awal bagi pendidikan Indonesia yang semakin maju dan berkualitas.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pidato Hari Pendidikan Nasional #4
Assalamualaikum wr. wb.
Yang terhormat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten, serta jajarannya,
Yang terhormat para kepala sekolah se-kabupaten,
Yang terhormat dewan guru se-kabupaten,
Adik-adik para siswa sekalian yang kami cintai dan kami banggakan,
Serta hadirin-hadirat yang berbahagia,
Salam sejahtera bagi kita semua. Segala puji milik Allah SWT. Rahmat dan rahim-Nya semoga selalu terlimpah kepada kita semua. Sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW.
Hadirin dan adik-adik siswa sekalian yang kami hormati, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pada setiap tanggal 2 Mei selalu kita memperingati Hari Pendidikan Nasional. Kalau kita menilik kepada sejarah kita bahwa kesadaran bangsa kita akan pentingnya pendidikan tidak terlepas dari seorang tokoh pendidikan Indonesia, yaitu Ki Hajar Dewantara (1889-1959).
Beliaulah yang memprakarsai berdirinya lembaga pendidikan Taman Siswa di Yogyakarta. Dia lebih terkenal dengan filsafat "tut wuri handayani, ing madya mangun karsa, ing ngarso sung tuladha".
Dewantara mengklasifikasikan tujuan pendidikan dengan istilah "tri-nga" (tiga "nga", nga adalah huruf terakhir dalam abjad Jawa ajisaka). "Nga" pertama adalah "ngerti" (memahami/aspek intelektual). "Nga" kedua adalah "ngrasa" (merasakan aspek afeksi), dan "nga" ketiga adalah "nglakoni" (mengajarkan atau aspek psikomotorik). Merumuskan tujuan pendidikan yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.
Bagi Ki Hajar Dewantara, bahwa pendidikan adalah hak tiap orang. Dengan pendidikan setiap orang dapat mengatur diri sendiri. Dengan pendidikan, setiap orang berhak menjadi manusia yang merdeka batin, pikiran, dan tenaga.
Pendidikan jangan terlampau mengutamakan kecerdasan pikiran karena hal itu dapat memisahkan orang terpelajar dengan rakyat. Semoga bangsa Indonesia lebih meningkatkan dan mencerdaskan serta menciptakan anak-anak didik yang produktif, kreatif, dan inovatif yang berguna bagi nusa, bangsa, dan negara.
Dengan pendidikan, semoga kita mampu menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan mandiri yang dapat memenuhi kebutuhan global. Demikian pidato yang bisa kami sampaikan. Kami ucapkan selamat Hari Pendidikan Nasional.
Terima kasih atas perhatiannya.
Wassalamu'alaikum wr wb.
Pidato Hari Pendidikan Nasional #5
Assalamualaikum Wr Wb
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.
Perbaikan kualitas bangsa harus ditempuh dan terutama melalui pendidikan. Pendidikan itu proses yang panjang, yang tak henti-hentinya untuk mencapai satu tujuan dan terbuka untuk menerima ide-ide dan konsep-konsep baru. Itu makna pendidikan, sehingga suatu saat hasil dari pendidikan itulah yang akan menumbuhkan budaya baru dengan manusia yang cerdas.
Selama manusianya cerdas maka ia mempunyai kebijakan dan kebajikan dalam jiwanya. Barulah setelah itu dia mampu menguasai sains dan teknologi. Budaya baru itulah yang menjadi kontra budaya yang kemudian masuk ke dalam tatanan menjadi masyarakat (budaya) alternatif yang akan dipilih oleh bangsa ini.
Semuanya melalui pendidikan yang tertata rapi: pendidikan yang mampu mencerdaskan, mampu menumbuhkan jiwa yang bajik dan bijak, dan menguasai sains dan teknologi. Itulah nanti yang akan mengubah bangsa Indonesia menjadi Indonesia baru. Hal ini tampaknya akan menjadi momok bagi pendidikan di Indonesia. Belum lagi persoalan kekurangan tenaga pendidik terselesaikan, masalah sarana pendidikan yang tidak memadai muncul, dan menyusul persoalan mahalnya biaya pendidikan.
Kita masih merasa sebagai bangsa yang tertinggal dalam berbagai hal dibandingkan dengan bangsa lain. Oleh karena itu satu-satunya jalan untuk mencerdaskan bangsa adalah dengan meningkatkan pendidikan demi untuk menjadikan bangsa yang cerdas melalui sistem pendidikan nasional yang menyeluruh dan terencana.
Namun untuk menuju ke arah itu, jalan yang ditempuh sangat panjang dan berliku karena persoalan pendidikan sangat terkait dengan faktor lain, termasuk masalah ekonomi, keamanan dan masalah sosial lainnya. Para guru pun diharapkan mulai mengubah cara belajar kepada siswa. Para guru pun tidak boleh lagi memberikan tekanan kepada siswa seperti pelajaran menghafal dan memberikan soal pilihan ganda (multiple choice) karena bisa berdampak pada pembentukan kepribadian.
Peran pendidikan, sebagai sarana pemberdayaan, harus secara sadar menyiapkan peserta didik dalam kehidupan masyarakat baik sebagai individu maupun anggota masyarakat. Pemberdayaan hanya mempunyai makna jika proses pemberdayaan menjadi bagian dan fungsi dari kebudayaan.
Oleh karena itu, pendidikan harus menumbuhkan jiwa independensi, menggerakkan pernyataan diri dan para pendidik mengajar siswa untuk hidup dalam harmoni dengan menghargai adanya perbedaan. Ke depannya, sistem pendidikan harus berubah dari instruksional menjadi motivasional berprestasi, berkreasi, dan berbudi pekerti.
Wassalamualaikum Wr. Wb
(nor/nor)










































