Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung terus memacu proyek infrastruktur jalan strategis di wilayah Kuta Utara dan Kuta Selatan. Kabar terbaru, enam titik jalan baru kini siap masuk tahap pengerjaan fisik setelah proses pembebasan lahannya dinyatakan rampung 100 persen.
Keenam titik jalan yang telah menyelesaikan tahap pengadaan lahan tersebut adalah Jalan Subak Sari (Batu Bolong)-Umalas-Jalan Banjar Semer dan Jalan Banjar Semer-Jalan Teuku Umar Barat di wilayah Kuta Utara. Sementara di Kuta Selatan meliputi trase Pecatu-Jalan Melasti, Jalan Raya Uluwatu-Pasar Desa Adat Pecatu, Trase Pecatu-Pura Kulat-Labuan Sait, serta Labuan Sait-Pedati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan, Bidang Bina Marga, Dinas PUPR Badung, I Putu Teddy Widnyana Putra, mengonfirmasi bahwa saat ini keenam proyek tersebut sedang menunggu persiapan tender pengerjaan fisik. Namun, di sisi lain, Pemkab Badung masih harus mengebut pembebasan lahan untuk tiga trase sisa di kawasan Kuta Selatan.
"Proses pengadaan tanah masih ada yang perlu kami kejar terhadap tiga trase yaitu Jalan Pedati-Pantai Balangan, Pantai Balangan-Jimbaran Hijau, Jimbaran Hijau-Jimbaran," ungkap Teddy saat ditemui di Puspem Badung, Rabu (28/1/2026).
Tiga jalur yang tersisa ini berada di lokasi premium yang memiliki dinamika harga tanah cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas PUPR Badung, lahan yang perlu diakuisisi meliputi 39.880,31 m² di trase Jalan Pedati-Pantai Balangan, 44.774,90 m² di Jalan Pantai Balangan-Jimbaran Hijau, dan 35.039,90 m² di trase Jimbaran Hijau-Jimbaran.
Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan di ketiga jalur tersebut mencapai Rp 300 miliar per masing-masing trase. Dengan total luasan tersebut, harga tanah di area pembangunan ini ditaksir menyentuh angka Rp 6,7 juta hingga Rp 8,5 juta per meter persegi.
Kenaikan harga tanah di Badung Selatan memang menjadi perhatian serius pemerintah, sebagaimana yang sempat diutarakan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam berbagai kesempatan. Oleh karena itu, percepatan pengadaan tanah menjadi prioritas utama agar anggaran tidak membengkak lebih jauh.
Teddy menegaskan pihaknya optimistis seluruh proses administrasi sisa lahan ini bisa tuntas sesuai jadwal. Pemerintah menargetkan urusan pengadaan tanah selesai pada bulan April mendatang.
"Kami targetkan penuntasan pengadaan tanah di ketiga trase tersebut sembari berproses-di bulan April harus sudah selesai. Selanjutnya, di bulan Mei akan kami lakukan pembayaran," pungkasnya.
Sebelumnya, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memastikan proses lelang atau tender proyek pembangunan jalan baru di kawasan Kuta Utara akan segera dilaksanakan pada 2026 ini. Langkah percepatan ini dilakukan menyusul rampungnya pembebasan lahan di sejumlah titik krusial guna mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalur pariwisata tersebut.
"Kami selaku Bupati juga sudah membuat program di tahun 2026, bahkan ini akan segera dilakukan tender pembangunan jalan baru. Kami akan segera mengerjakan untuk pembangunan infrastruktur dari Berawa, kemudian ke Banjar Semer Kerobokan sampai ke Kedampang, lalu ke Jalan Teuku Umar Barat," ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Puspem Badung, Selasa (27/1/2026).
Pembangunan jalan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kenyamanan wisatawan serta pengguna jalan di wilayah Badung. Pemerintah menilai pembenahan aksesibilitas akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah.
(nor/nor)










































