detikBali

LSD Merebak di Bali Barat, Jembrana Mulai Vaksin-Wabah Meluas ke Buleleng

Terpopuler Koleksi Pilihan

LSD Merebak di Bali Barat, Jembrana Mulai Vaksin-Wabah Meluas ke Buleleng


I Putu Adi Budiastrawan, Made Wijaya Kusuma - detikBali

Petugas saat melakukan vaksinasi Lumpy Skin Disease (LSD) di Desa Baluk, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, Selasa (20/1/2026).
Petugas saat melakukan vaksinasi Lumpy Skin Disease (LSD) di Desa Baluk, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, Selasa (20/1/2026). (Foto: I Putu Adi Budiastrawan/detikBali)
Jembrana -

Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (PPP) mulai melakukan vaksinasi darurat untuk menanggulangi wabah Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol pada sapi. Vaksinasi dimulai Selasa (20/1/2026) setelah ditemukan puluhan kasus sapi terjangkit virus tersebut.

Vaksinasi dilakukan usai Jembrana menerima alokasi 400 dosis vaksin dari Pemerintah Pusat pada Sabtu (17/1/2026). Berdasarkan data terbaru, tercatat 28 kasus positif LSD yang tersebar di enam desa dan kelurahan di Kecamatan Negara dan Kecamatan Melaya.

"Sesuai jadwal yang kami susun, hari ini tim bergerak di empat desa pada dua kecamatan. Target capaian hari ini kami estimasikan masing-masing 80 ekor sapi per kecamatan atau total 160 ekor sapi," ujar Kepala Bidang Keswan-Kesmavet Dinas PPP Jembrana, I Gusti Putu Ngurah Sugiarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada tahap awal, vaksinasi diprioritaskan di wilayah zona merah. Di Kecamatan Negara meliputi Desa Baluk, Banyubiru, Kaliakah, Berangbang, dan Kelurahan Baler Bale Agung. Sementara di Kecamatan Melaya difokuskan di Desa Manistutu, Banjar Benel.

ADVERTISEMENT

Sugiarta mengakui stok vaksin yang tersedia masih sangat terbatas. Dari total populasi sapi di Jembrana sebanyak 41.587 ekor, vaksin yang ada baru mencakup sekitar 1 persen.

"Jumlah vaksin sangat terbatas. Kami prioritaskan dulu di zona tertular dengan target minimal mencakup 50 persen populasi di desa tersebut," katanya.

Dinas PPP Jembrana telah berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk penambahan vaksin. Kementerian Pertanian disebut tengah menyiapkan tambahan 6.000 dosis vaksin untuk Jembrana.

"Kami berharap bantuan pusat segera turun agar wabah tidak meluas," imbuh Sugiarta.

Dugaan LSD di Buleleng

Sementara itu, dua ekor sapi di Kabupaten Buleleng diduga terjangkit LSD. Dugaan tersebut muncul setelah laporan petani di Desa Sumberkelampok, Kecamatan Gerokgak, yang membeli sapi secara daring melalui media sosial.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, mengatakan laporan diterima pada Senin (21/1/2026). Sapi tersebut dibeli petani bernama Somad melalui Facebook.

"Kalau memang LSD, gejalanya hampir mirip dengan PMK. Namun lukanya sudah mengering dan sapinya sudah mau makan," kata Melandrat.

Ia menyebut kedua sapi telah diisolasi untuk mencegah penularan. Balai Besar Veteriner (BBVet) juga telah mengambil sampel guna memastikan dugaan LSD tersebut.

Pemkab Buleleng berencana memperketat distribusi ternak. Surat larangan distribusi sapi dari luar daerah disebut akan segera diterbitkan.

"Hari ini kemungkinan surat Bupati akan terbit untuk melarang distribusi ternak, terutama dari luar daerah," tegasnya.




(dpw/dpw)











Hide Ads