detikBali

KLB Polio di Indonesia, Bali Masih Aman

Terpopuler Koleksi Pilihan

KLB Polio di Indonesia, Bali Masih Aman


Tim detikHealth - detikBali

Female nurse or doctor holding polio vaccination.
ilustrasi polio. (Foto: iStock)
Bali -

Pemerintah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) polio. Penetapan KLB polio itu menyusul setelah ditemukan satu kasus polio tipe 2 di Pidie, Aceh.

Lantas, provinsi apa saja yang berisiko tinggi penyebaran virus polio? Bali menjadi salah satu provinsi yang dianggap aman dari penyebaran polio.

Dilansir dari detikHealth, anak tujuh tahun di Pidie yang tidak pernah divaksinasi apapun mengalami kelumpuhan. Ia merasakan gejala sejak 6 Oktober 2022 dengan keluhan demam. Tiga hari setelahnya, ia dilaporkan mengalami onset lumpuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anak itu mengecil pada bagian otot paha dan betis, dan memang tidak ada riwayat imunisasi ya, [tidak] memiliki riwayat perjalanan kontak dan perjalanan ke luar," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan dr. Maxi Rein Rondonuwu dalam konferensi pers, Sabtu (19/11/2022).

Berdasarkan analisis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada tiga puluh provinsi yang masuk dalam kategori high risk atau berisiko tinggi penyebaran virus polio. Sementara itu, empat provinsi dikecualikan dari kategori tersebut alias dinilai masih aman dari polio:

ADVERTISEMENT
  • Sumatera Selatan
  • Banten
  • Bali
  • DI Yogyakarta

Indonesia sebenarnya sudah dinyatakan 'bebas' polio sejak delapan tahun lalu dan mendapatkan sertifikat resmi dari WHO pada 2014. Pemicu virus kembali polio kembali muncul diduga karena rendahnya cakupan vaksinasi. Menurut Maxi, terjadi penurunan tren cakupan imunisasi OPV dan IPV di Aceh dalam 10 tahun terakhir.

Faktor berikutnya, adanya perilaku berisiko di masyarakat. Terkait ini, tim Kemenkes menemukan sejumlah penduduk yang masih memiliki kebiasaan buang air besar ke sungai. Sungai menjadi sumber aktivitas termasuk tempat bermain anak.

"Jadi perilaku buang air sembarangan itu punya potensi jadi kemungkinan penularannya. Faktor risiko yang paling kami lihat ada di sini," kata Maxi.

Merespons hal itu, pemerintah langsung merencanakan vaksinasi polio serentak yang akan diadakan 28 November mendatang.

Mengenal Polio

Dikutip detikHealth dari laman resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, polio sangat menular dapat menyebar dari orang ke orang. Virus penyebab polio ini dapat hidup di tenggorokan dan usus orang yang terinfeksi.

Virus penyebab penyakit ini juga bisa mencemari makanan dan air yang dalam kondisi tidak sehat. Terkait penularannya, penyakit ini bisa menyebar melalui:

  • Kontak atau terkontaminasi dengan kotoran atau feses orang yang terinfeksi
  • Droplets dari bersin atau batuk orang yang terinfeksi
  • Memasukkan benda-benda seperti mainan ke dalam mulut




(iws/hsa)











Hide Ads