MUI Desak Polisi Usut Tuntas Kasus ACT

Tim detikNews - detikBali
Senin, 01 Agu 2022 12:19 WIB
Ilustrasi gedung MUI
Majelis Ulama Indonesia (MUI). Foto: MUI
Denpasar -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas kasus dugaan penyelewengan dana donasi oleh Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

"Ditegakkan hukumnya sampai ketemu bahwa sesungguhnya itu sesuai atau tidak sesuai. Negara ini negara hukum, kalau tidak ditegakkan bisa kocar-kacir," kata Pj Ketua Umum MUI Marsyudi Suhud seperti dilansir dari detikNews, Senin (1/8/2022).

Menurutnya, kasus tersebut harus diketahui masyarakat benar tidaknya adanya penyelewengan donasi. Agar para donatur mengetahui dana donasi mengalir ke mana saja.


"Intinya masyarakat akan mengetahui bahwa sesungguhnya ada penyelewengan atau tidak setelah ditetapkan empat tersangka. Para penyumbang akan tahu dikemanakan barangnya, untuk apa saja," paparnya.

Marsyudi mengimbau masyarakat untuk memilih lembaga yang kredibel dalam menyalurkan donasi. Hal itu agar donasi bisa sampai kepada pihak yang tepat.

"Saya yakin masih ada lembaga lain yang menyalurkan donasi itu, maka cari lembaga terbaik yang amanah yang bisa mewakili para pendonasi untuk menyampaikan kepada pihak-pihak yang terdata," katanya.

Bareskrim Polri telah menetapkan empat tersangka kasus dugaan penyelewengan dana donasi ACT. Mereka adalah presiden ACT Ibnu Khajar dan mantan Presiden ACT Ahyudin.

Dua tersangka lainnya yakni Hariyana Hermain yang merupakan salah satu pembina ACT dan memiliki jabatan tinggi lain di ACT, termasuk mengurusi keuangan. Ada juga tersangka lain, yakni Novariandi Imam Akbari (NIA), selaku Ketua Dewan Pembina ACT.

Keempat tersangka itu terancam hukuman 20 tahun penjara.



Simak Video "Mengulas Pemeriksaan Maraton Dua Pentolan ACT oleh Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/mud)