Daftar 27 Perusahaan BUMN yang Berikan Utang ke Garuda Indonesia

Daftar 27 Perusahaan BUMN yang Berikan Utang ke Garuda Indonesia

Tim detikFinance - detikBali
Senin, 20 Jun 2022 14:42 WIB
Membawa 61 Penumpang dari Australia, Garuda Indonesia Terbang Kembali dari Sydney ke Denpasar
Gadura Indonesia. Foto: ABC Australia
Denpasar -

Garuda Indonesia berhasil lolos dari sidang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Pihak Garuda Indonesia dalam proposal perdamaian utang menawarkan proposal perdamaian kepada kreditur.

Dalam proses voting PKPU Jumat 17 Juni kemarin, kreditur Garuda yang mewakili 97% utang yang terverifikasi menyetujui proposal damai Garuda. Total utangnya sendiri tercatat oleh pengurus PKPU Garuda mencapai sekitar Rp 142 triliun.

Ada dua mekanisme pembayaran. Pertama untuk kreditur dengan utang di bawah Rp 255 juta akan dibayarkan langsung dengan kas perusahaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kedua, untuk Rp 255 juta ke atas, (pemegang) sukuk, lessor akan memperoleh kupon debt baru sebesar US$ 825 juta dan saham US$ 330 juta," Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, Jumat 17 Juni kemarin.

Untuk utang bank dan perusahaan BUMN, Garuda Indonesia penyelesaian utang dengan memperpanjang masa pembayaran hingga 22 tahun dengan bunga 0,1% per tahun.

ADVERTISEMENT

Berikut daftar perusahaan BUMN dan besaran utang Garuda Indonesia.

  1. PT Pertamina (Persero) Rp 7,5 triliun
  2. PT Pertamina Bina Medica IHC Rp Rp 1,8 miliar
  3. PT Pindad Enginiring Indonesia Rp 12,3 juta
  4. PT PLN (Persero) Rp 629 juta
  5. PT Pos Indonesia (Persero) Rp 131 juta
  6. PT Bank Mandiri Tbk Rp 4,3 triliun
  7. PT Bank BNI Tbk Rp 2,3 triliun
  8. PT Bank BRI Tbk Rp 4,6 triliun
  9. PT Citilink Indonesia Rp 26,7 miliar
  10. PT Angkasa Pura Hotel Rp 11 miliar
  11. PT Angkasa Pura II (Persero) Rp 571 miliar
  12. PT Angkasa Pura Gita Sarana Rp 14,7 juta
  13. PT Angkasa Pura Cargo Rp 393 juta
  14. PT Angkasa Pura Logistic Rp 47 juta
  15. PT Angkasa Pura Propertindo Rp 21 juta
  16. PT Angkasa Pura Sarana Digital Rp 612 juta
  17. PT Angkasa Pura Solusi Rp 515 juta
  18. PT Angkasa Pura Suport Rp 15 miliar
  19. PT Gapura Angkasa Rp 705 miliar
  20. PT Jasa Raharja Rp 2 miliar
  21. PT Kimia Farma Diagnostika Rp 709 juta
  22. PT Mandiri Sekuritas Rp 5 miliar
  23. PT Merpati Nusantara Airlines Rp 180 juta
  24. PT Pelita Air Service Rp 34 juta
  25. PT Sarinah (Persero) Rp 404 juta
  26. PT Sucofindo (Persero) Rp 652 juta
  27. PT Telkom Indonesia Tbk Rp 146 juta




(nor/nor)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads