Curi Besi untuk Biaya Anak, Pasutri di Denpasar Dibebaskan Polisi

Curi Besi untuk Biaya Anak, Pasutri di Denpasar Dibebaskan Polisi

I Wayan Sui Suadnyana - detikBali
Rabu, 15 Jun 2022 12:50 WIB
Pasutri pencuri besi penutup gorong-gorong di Jalan Gurita I, Perum Pedungan Indah, Banjar Dukuh Pesirahan, Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan.
Pasutri pencuri besi penutup gorong-gorong di Jalan Gurita I, Perum Pedungan Indah, Banjar Dukuh Pesirahan, Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan. (Foto: Dok. Polresta Denpasar)
Denpasar -

Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Denpasar Selatan membebaskan pasangan suami istri (pasutri) muda berinisial HSP (23) dan LAN (22) yang diciduk gegara mencuri besi penutup gorong-gorong di Jalan Gurita I, Perum Pedungan Indah, Kota Denpasar. Polisi menerapkan keadilan restoratif (restorative justice) terhadap pasutri yang terpaksa mencuri lantaran butuh biaya obat anaknya itu.

"Ya betul sudah (dapat restorative justice) kemarin," kata Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Made Teja Dwi Permana, saat dihubungi detikBali melalui sambungan telepon, Rabu (15/6/2022).

Teja menjelaskan, ada beberapa alasan pihaknya menerapkan keadilan restoratif dalam perkara pasutri yang mencuri besi penutup gorong-gorong tersebut. Pertama yakni nilai kerugian hanya Rp 120 ribu atau di bawah Rp 2,5 juta. Alasan kedua, pelapor juga tidak mau melanjutkan tuntutannya.


"Kemarin pada saat diketemukan di kantor, jadi dari pelapor juga tidak ingin untuk melanjutkan laporannya. Terus diminta untuk dimediasi, dan dari korban dan pelaku juga sudah dimediasi, sudah ada saling memaafkan," terang Teja.

Setelah mendapatkan keadilan restoratif, pasutri tersebut juga langsung dibebaskan oleh polisi. Hanya saja, mereka masih dikenakan untuk wajib lapor ke Polsek Denpasar Selatan.

"Pelaku juga masih wajib lapor, masih ada yang harus diselesaikan terkait dengan berita acara pemeriksaannya. Sudah dipulangkan dan hanya wajib lapor saja, sudah tidak ditahan karena sudah kita selesaikan secara restorative justice," ungkap Teja.

"(Wajib lapor) itu (dilakukan) sampai selesai berkas, kami melengkapi berkas saja berita pemeriksaan. Nanti kan kami gelar juga gitu. Cuma arahnya kan penyelesaian restorative justice," tambahnya.

Sementara itu, besi penutup gorong-gorong yang dicuri oleh pasutri itu dikembalikan kepada korban. Hanya saja, karena masih proses, barang tersebut masih berada di kantor polisi.

Selain nilai barang curian yang nilainya berada di bawah Rp 2,5 juta, motif pelaku yang mencuri gorong-gorong demi membeli obat untuk anak yang sakit juga menjadi salah satu pertimbangan dalam pemberian keadilan restoratif.

"Salah satunya itu menjadi pertimbangan juga dari nasi pelapor melihat kondisi dari korban juga gitu. Sehingga akhirnya pelapor (menilai) sudah nggak perlu dilanjutkan, kasihan juga anaknya," tutur Teja.

Teja mengungkapkan, pelaku sebenarnya juga dibantu oleh adik dari si istri yang membantu dalam merawat anak pasutri tersebut. Saat ditangkap oleh polisi, anak mereka sempat dititip ke adik si istri pada malam harinya.

Meski demikian, jika kasus ini dilanjutkan maka ditakutkan berdampak pada anak pasutri tersebut, meskipun mereka hanya terkena tindak pidana ringan (tipiring) akibat aksinya mencuri besi penutup gorong-gorong.

"Tapi kan ini tipiring, endak ditahan juga. Kalau dilanjutkan tipiring. Karena kan kerugiannya hanya di bawah Rp 2,5 juta, hanya Rp 120 ribu saja," jelas Teja.

Sebelumnya, pasangan suami istri (pasutri) muda di Kota Denpasar, Bali berinisial HSP (23) dan LAN (22) diciduk polisi usai mencuri besi penutup gorong-gorong di Jalan Gurita I, Perum Pedungan Indah, Banjar Dukuh Pesirahan, Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan. Mereka mengaku mencuri besi penutup gorong-gorong tersebut demi membeli obat untuk anaknya yang sedang sakit.

"Dari keterangan kedua pasangan suami istri ini, bahwa pencurian yang mereka lakukan untuk keperluan membeli obat anak yang sakit," kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi dalam keterangannya, Selasa (14/6/2022).

Besi hasil curian yang didapatkan pelaku sudah sempat dijual di tempat pengepul rongsokan yang berada di Jalan Bung Tomo, Denpasar seharga Rp 126.500. Uang hasil kejahatan tersebut kemudian digunakan pelaku untuk membeli kebutuhan obat Paracetamol Hufagrip untuk anak yang sedang sakit dan sisanya dipakai untuk makan.



Simak Video "Feni Rose Tolak Lakukan Restorative Justice dengan Deolipa Yumara"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)