Geruduk Ayana Resort Bali, Eks Karyawan Sebut Telah 4 kali Mediasi

Tim detikBali - detikBali
Minggu, 15 Mei 2022 07:35 WIB
Suasana aksi demo di Ayana Resort Spa Bali
Suasana aksi demo di Ayana Resort Spa Bali. (Foto: Triwidiyanti/detikBali)
Badung -

Sejumlah pekerja dari Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) Bali yang merupakan afiliasi dari Serikat Pekerja Mandiri (SPM) Ayana Resort & Spa Bali melakukan aksi demo di Depan Hotel Ayana Resort & Spa Bali, Jimbaran, pada Sabtu 14 Mei 2022.

Aksi ini dilakukan sehubungan dengan adanya dugaan tindakan menghalang-halangi kebebasan berserikat dan berkumpul, dengan cara melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada Ketua Umum SPM Ayana Bali Kadek Wahyu dan Sekretaris Umum SPM AYANA Resort & Spa Bali Angger Eka Rizky (engineering)

Ketua Umum SPM Ayana Bali Kadek Wahyu yang merupakan FB service Ayana Resort mengatakan, pihaknya melakukan aksi selain karena dirinya dan salah satu rekannya di-PHK, juga karena pihak Ayana Resort diduga menolak berdirinya serikat pekerja.


"Pekerjakan kembali Ketua Umum dan Sekum dan stop hentikan intimidasi," ujarnya kepada detikBali disela- sela aksi Sabtu 14 Mei 2022.

Dibeberkan Kadek Wahyu, pihaknya sudah 4 kali melakukan mediasi, namun pihak Ayana menurutnya tidak bisa membuktikan bahwa kedua karyawan bersalah.

Mediasi pertama, kedua dan ketiga dilakukan di desa adat, dan keempat di Disnaker Badung.

"Dengan aksi ini saya ingin tahu ternyata ada oknum karyawan yang pro manajemen, mereka tidak bisa membuktikan kami salah," tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Aksi Ida I Dewa Made Rai Budi Darsana menegaskan pihaknya melakukan aksi hari ini lantaran dua anggota FSPM telah di-PHK tanpa adanya alasan hukum.

Ia juga mengecam tindakan manajemen yang semena-semena terhadap kedua anggotanya.

Karena itu ia juga meminta rekomendasi kepada pihak manajemen Ayana Resort untuk membatalkan PHK sepihak terhadap Ketua Umum dan sekretaris umum serikat pekerja.

Kedua, menghormati kebebasan berserikat dan menghentikan intimidasi terhadap anggota serikat pekerja.

Sementara itu Bendesa Adat Jimbaran Rai Dirga mengatakan pihaknya memaklumi ketika ada pihak yang keberatan dengan keputusan Ayana.

Namun pihaknya sebatas menjadi penengah. Dan ketika pihak Ayana tidak memberikan alasan yang jelas mengenai pemutusan hubungan kerja itu, dirinya tidak ikut campur.

"Sudah 3 kali mediasi dan gagal di desa adat. Pihak Ayana saat itu hadir, hanya memang di sana tidak ditemukan titik temu, kalau katanya pihak karyawan yang di-PHK punya bukti ya silakan dibawa ke ranah hukum, kami hanya selaku yang memediasi," tukasnya.

Sementara, saat detikBali mencoba konfirmasi kepada pihak Ayana Resort Bali, bagian Human Resource Development mengaku tidak bisa memberikan keterangan.

"Terkait demo tersebut nanti Public Relation yang akan memberikan keterangan," ujar salah satu staf singkat, Sabtu 14 Mei 2022.



Simak Video "Indonesia Tak Termasuk, Ini Negara yang Kena Dampak PHK Massal Shopee"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)