Niat Tolong Tetangga Kesakitan, Warga di Jembrana Malah Digigit Anjing

I Ketut Suardika - detikBali
Kamis, 12 Mei 2022 07:40 WIB
Petugas dari keswan dan masyarakat veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana melakukan vaksinasi rabies di Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Rabu (11/5/2022)
Petugas dari keswan dan masyarakat veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana melakukan vaksinasi rabies di Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Rabu (11/5/2022). Foto: I Ketut Suardika/detikBali
Jembrana -

Kasus gigitan anjing rabies atau disebut anjing gila mengamuk di Jembrana. Hampir setiap hari terjadi kasus gigitan anjing positif rabies. Ratusan orang sudah menjadi korban di Jembrana selama lima bulan terakhir.

Kasus terbaru, terjadi di Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo. Tiga orang warga di gigit anjing peliharaan sendiri, Senin (9/5/2022) lalu. Meskipun belum ada hasil positif atau tidak, warga merasa was was dengan banyaknya kasus rabies yang terjadi di Jembrana.

Dewa Ayu Kade Larawati, salah satu korban menuturkan digigit anjing saat akan menolong tetangganya.


Mendengar tetangga yang berteriak minta tolong, dirinya bergegas keluar rumah, padahal ia tidak tahu kalau tetangga yang berteriak itu sedang digigit anjing.

"Mau menolong tetangga sebelah timur rumah yang berteriak minta tolong, tapi saya malah dikejar anjing dan digigit juga," kata Dewa Ayu Kade Larawati, warga Petapan Kaja, Desa Pergung, Mendoyo saat ditemui detikBali, Rabu (11/5/2022) di rumah iparnya.

Di hari yang sama, di lokasi berbeda, kata Dewa Ayu, terjadi tiga kali gigitan oleh anjing yang sama.

"Yang pertama digigit yang punya anjing, lalu saya digigit dijari jempol kaki kanan, kemudian menggigit lagi tetangga sebelah saat sedang memberi makan ikan di rumahnya," ungkapnya.

Setelah menggigit beberapa warga, akhirnya anjing tersebut dieliminasi. Supaya tidak menimbulkan gigitan baru lagi. "Setiap ada orang itu dikejar mau digigit, akhirnya dipukul dibunuh," tuturnya.

Warga lain, Sayu Ketut Budiarsini mengungkapkan, kalau dirinya juga merasa tidak tenang dengan banyaknya kejadian orang yang kena gigitan anjing rabies. Apalagi saat ini iparnya, Dewa Ayu Kade Larawati, baru dua hari lalu menjadi korban gigitan anjing.

"Was was juga, apalagi vaksin (VAR) itu dibilang mau habis. Anak saya dulu sempat digigit, untung ada vaksin VAR," kata Budiarsini.

Sub Koordinator keswan dan masyarakat veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana IGN. Ray Muliawan, Seizin Kepala Dinas Pertanian dan pangan Kabupaten Jembrana I Wayan Sutama mengatakan, tren kasus positif rabies pada anjing itu sangat meningkat signifikan sekali.

Dinas terkait melakukan beberapa hal sebagai tindak lanjut dari tren kasus positif rabies yang meningkat ini.

"Yang pertama dilakukan vaksinasi rabies massal serentak terutama pada daerah desa yang menjadi zona merah. Itu dari bulan April sudah kita lakukan kan, cuman hambatan yang kita alami ini adalah ketersediaan vaksin rabies yang terbatas. Sehingga kita fokus pada desa-desa yang zona merah saja," ungkapnya.

Sedangkan untuk daerah yang zona kuning dan zona hijau belum bisa dilakukan kegiatan vaksinasi, hanya merespon terhadap laporan masyarakat ataupun laporan dari fasilitas kesehatan (faskes) sebagai rujukan rabies center.

Dimana masyarakat yang mengalami gigitan datang ke puskesmas, kemudian itu yang ditindaklanjuti, berupa pengambilan sampel terhadap hewan penular rabies (HPR) tersebut.

"Kita kirim ke balai besar PTK Denpasar, itu untuk menunggu hasilnya, apakah positif atau negatif," terangnya.

Dalam kurun waktu lima bulan di tahun 2022 ini, jumlah kasus rabies di Jembrana sudah melampaui jumlah kasus di tahun 2021 lalu. Sebanyak 94 kasus melebihi kasus selama 12 bulan di tahun 2021 sebanyak 66 kasus gigitan rabies.

Jumlah 94 kasus di Jembrana ini terjadi dalam periode selama lima bulan pertama 2022. Dimulai pada bulan Januari 2022 ada sebanyak 15 kasus, kemudian pada bulan Februari ada 11 kasus, Maret ada 13 kasus, April ada 44 kasus dan bulan Mei hingga Selasa (10/5/2022) ada 11 kasus.

Sehingga menempatkan Jembrana paling tinggi kasus gigitan rabies di bandingkan kabupaten/kota se-Bali.



Simak Video "Punya Riwayat Digigit Anjing Rabies, Pria di Bali Meninggal"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)