Nasi Sisa Semalam Aman Dimakan? Ini Risiko yang Perlu Diketahui

Nasi Sisa Semalam Aman Dimakan? Ini Risiko yang Perlu Diketahui

Hafizna Irasa Hasibuan - detikSumut
Jumat, 23 Okt 2026 15:29 WIB
White rice in bowl
Foto: Getty Images/iStockphoto/Amarita
Medan -

Nasi putih menjadi makanan yang hampir selalu tersedia di meja makan masyarakat Indonesia. Tak jarang, nasi yang dimasak pada malam hari disimpan untuk sarapan keesokan harinya. Namun, apakah nasi sisa semalam masih aman dikonsumsi?

Nasi sisa sebenarnya masih bisa dikonsumsi, tetapi keamanannya bergantung pada cara penyimpanan. Nasi yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang berisiko menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab keracunan makanan, meskipun tampilannya masih terlihat normal.

Bakteri yang Bisa Bertahan pada Nasi

Salah satu bakteri yang perlu diwaspadai adalah Bacillus cereus. Bakteri ini dapat ditemukan pada beras mentah dan menghasilkan spora yang mampu bertahan selama proses memasak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Food Standards Australia New Zealand, spora Bacillus cereus dapat berkembang biak ketika makanan matang dibiarkan pada kondisi suhu yang mendukung pertumbuhan bakteri. Bakteri itu juga dapat menghasilkan racun yang menyebabkan muntah dan diare.

ADVERTISEMENT

Karena itu, nasi yang telah matang tidak sebaiknya dibiarkan berjam-jam di meja makan tanpa pengaturan suhu yang tepat. Risiko ini juga berlaku pada nasi goreng atau olahan nasi lain yang menggunakan nasi sisa.

Nasi Terlihat Normal Belum Tentu Aman

Nasi yang terkontaminasi Bacillus cereus belum tentu menunjukkan perubahan warna, bau, atau rasa. Artinya, seseorang tidak bisa memastikan keamanan nasi hanya dengan melihat atau mencicipinya.

Badan kesehatan Western Australia menjelaskan bahwa nasi yang terkontaminasi bakteri tersebut dapat terlihat dan berbau seperti nasi biasa. Memanaskan kembali nasi juga tidak selalu menghilangkan racun yang telanjur terbentuk.

Jika nasi disimpan dengan cara yang tidak tepat, memanaskannya sampai mengepul pun tidak menjamin nasi tersebut aman dikonsumsi. Oleh sebab itu, cara penyimpanan sebelum pemanasan ulang menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.

Apa Kata Penelitian tentang Nasi yang Disimpan?

Penelitian Purbowati dan Anugrah yang diterbitkan dalam Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya 2020 meneliti perubahan kadar glukosa nasi putih yang disimpan di dalam rice cooker dan pada suhu ruang selama enam dan 12 jam.

Hasilnya menunjukkan kadar glukosa nasi menurun selama penyimpanan pada kedua kondisi tersebut. Setelah enam jam, kadar glukosa nasi yang disimpan dalam rice cooker tercatat 3,31 persen, sedangkan nasi yang disimpan pada suhu ruang sebesar 2,60 persen. Setelah 12 jam, keduanya tercatat sebesar 2,16 persen.

Namun, penelitian mengukur kadar glukosa, bukan pertumbuhan bakteri atau keamanan nasi untuk dikonsumsi. Jadi, hasilnya tidak dapat dijadikan bukti bahwa nasi yang disimpan selama 12 jam pasti aman atau justru berbahaya.

Penelitian lain oleh Putri, Farpina, dan Aina yang diterbitkan dalam Journal of Tropical AgriFood 2026 juga mengamati perubahan kadar glukosa pada nasi putih, merah, dan hitam yang disimpan di kulkas maupun pada suhu ruang, lalu dipanaskan kembali. Penelitian itu menunjukkan kadar glukosa berbeda menurut jenis nasi, kondisi penyimpanan, dan perlakuan pemanasan.

Temuan itu memberi gambaran, penyimpanan dan pemanasan dapat memengaruhi karakteristik nasi. Namun, untuk menilai keamanan konsumsi, faktor pertumbuhan mikroorganisme dan pembentukan racun tetap perlu diperhitungkan.

Cara Menyimpan Nasi Sisa agar Lebih Aman

Agar nasi sisa bisa dikonsumsi kembali dengan risiko yang lebih rendah, ada beberapa hal yang dapat dilakukan.

Pertama, segera pindahkan nasi yang tidak akan langsung dimakan ke wadah bersih dengan porsi kecil agar lebih cepat dingin. Jangan membiarkannya berlama-lama di suhu ruang.

Kedua, simpan nasi di dalam kulkas sesegera mungkin. Badan kesehatan Western Australia menyarankan nasi didinginkan dalam waktu satu jam setelah dimasak, kemudian disimpan di kulkas atau freezer. Nasi yang disimpan di kulkas sebaiknya dikonsumsi dalam waktu 24 jam menurut panduan tersebut.

Ketiga, saat akan dimakan, panaskan nasi sampai benar-benar panas dan mengepul merata. Jika menggunakan microwave, aduk nasi agar panasnya tersebar ke seluruh bagian. Hindari memanaskan nasi yang sama berulang kali.

Keempat, apabila nasi sudah dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang atau cara penyimpanannya tidak diketahui, pilihan paling aman adalah membuangnya. Jangan mengandalkan bau dan tampilan sebagai satu-satunya penentu keamanan.

Bolehkah Makan Nasi Sisa Semalam?

Nasi sisa semalam tidak otomatis berbahaya. Nasi yang segera didinginkan dan disimpan di kulkas dengan benar dapat dikonsumsi kembali sesuai panduan penyimpanan yang aman.

Sebaliknya, nasi yang dibiarkan semalaman pada suhu ruang lebih berisiko karena bakteri dapat berkembang dan menghasilkan racun. Memanaskan nasi kembali tidak selalu dapat menghilangkan racun tersebut.

Karena itu, kebiasaan menyimpan nasi perlu diperhatikan, bukan hanya untuk mengurangi makanan terbuang, tetapi juga untuk menjaga kesehatan. Jika ingin menyimpan nasi untuk makan berikutnya, segera dinginkan dan masukkan ke kulkas daripada membiarkannya semalaman di meja makan atau hanya mengandalkan penghangat tanpa memastikan suhunya tetap aman.

Artikel ditulis Hafizna Irasa Hasibuan, peserta maganghub Kemnaker di detikcom

Halaman 4 dari 3


Simak Video "Video: 13 Siswa SD di Palembang Mual dan Muntah Usai Santap MBG"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads