Tidak sedikit orang yang tengah menjalani program diet atau penurunan berat badan berhenti konsumsi nasi putih. Padahal, saat program diet nasi putih tidak perlu harus dimusuhi, dengan beberapa catatan.
Menurut Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, nasi putih tidak otomatis membuat perut menjadi kempes. Biasanya orang yang berhenti makan nasi putih, menggantinya dengan karbohidrat lain seperti yang justru tinggi kalori.
"Biasanya orang ngerasa nasi itu dimusuhin, nggak perlu dimakan lagi. Tapi masih makan karbohidrat yang lain, malah misalnya karbohidrat simpleks yang dimakan, misalnya kayak mi, gorengan, atau roti," katanya dikutip detikHealth, Selasa (20/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dr Yaze menegaskan bahwa berbagai makanan olahan tepung seperti bakmi, bakso, hingga dimsum pada dasarnya merupakan kelompok karbohidrat sederhana (simpleks). Jika dikonsumsi rutin dapat menggagalkan usaha memangkas lemak di perut.
"Jadi misalnya kamu udah nggak makan nasi, tapi masih makan bakmi, makan bakso, siomay, atau misalnya dimsum, ya sama aja. Itu kan karbo juga, malah karbo simpleks. Jadi bikin kamu cepat lapar lagi, jadi akhirnya kalorinya nambah lagi," paparnya.
Melihat masih maraknya ketakutan berlebihan pada nasi putih, dr Yaze menegaskan bahwa nasi pada dasarnya bukanlah makanan berbahaya yang harus dipantang secara ekstrem.
"Jadi si nasi putih ini tetap nggak juga jadi 'haram' untuk dimakan, masih boleh, nggak perlu juga di-cut. Cuma memang porsinya lebih sedikit," tegasnya.
Sebab itu, kunci utama untuk mengatasi perut buncit bukanlah memusuhi atau menghentikan konsumsi nasi secara total, melainkan mengontrol porsinya dan membatasi asupan olahan tepung berlebih.
"Berarti sebenarnya nggak perlu si nasi ini bener-bener dikurangin atau disetop sama sekali. Masih boleh makan nasi, cuma memang porsinya mulai dikurangin," pungkas dr Yaze.
(astj/astj)
