Jalan kaki selama 10 menit setelah makan bisa menjadi kebiasaan sederhana untuk menjaga kesehatan. Meski terlihat sepele, aktivitas fisik singkat ini berpotensi membantu mengendalikan kenaikan gula darah setelah makan.
Sejumlah penelitian telah menguji hubungan antara waktu berjalan kaki dan kadar gula darah. Hasilnya menunjukkan, berjalan kaki segera setelah makan dapat membantu menekan kenaikan gula darah, meski manfaatnya masih perlu diteliti lebih lanjut pada kelompok yang lebih beragam.
Penelitian Ungkap Manfaat Jalan Kaki 10 Menit
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports pada 2025 menguji efek berjalan kaki selama 10 menit segera setelah mengonsumsi glukosa. Penelitian tersebut melibatkan 12 orang dewasa muda yang sehat.
Peserta menjalani tiga kondisi berbeda, yakni beristirahat setelah mengonsumsi glukosa, berjalan kaki selama 10 menit segera setelahnya, serta berjalan kaki selama 30 menit yang dimulai 30 menit setelah konsumsi glukosa.
Hasilnya, kelompok yang berjalan kaki selama 10 menit menunjukkan rata-rata kadar gula darah dan total paparan glukosa selama dua jam yang lebih rendah dibandingkan saat beristirahat. Puncak kadar gula darahnya juga lebih rendah daripada kondisi istirahat.
Peneliti menyimpulkan, berjalan kaki singkat segera setelah mengonsumsi glukosa berpotensi menjadi cara praktis untuk membantu mengendalikan kenaikan gula darah setelah makan. Namun, penelitian ini melibatkan peserta dalam jumlah kecil dan menggunakan larutan glukosa, bukan makanan sehari-hari.
Tinjauan Penelitian Mendukung Aktivitas Setelah Makan
Temuan tersebut sejalan dengan tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Sports Medicine 2023. Peneliti menganalisis delapan uji terkontrol untuk melihat pengaruh aktivitas fisik sebelum dan sesudah makan terhadap respons gula darah.
Hasil analisis menunjukkan, aktivitas fisik setelah makan dapat membantu mengurangi kenaikan gula darah. Efeknya cenderung lebih baik ketika aktivitas dilakukan sesegera mungkin setelah makan, dibandingkan jika dilakukan setelah jeda yang lebih lama.
Meski demikian, penelitian ini menggabungkan berbagai bentuk dan durasi aktivitas fisik. Karena itu, hasilnya tidak berarti semua orang akan memperoleh manfaat yang sama hanya dengan berjalan kaki selama 10 menit.
Bagaimana dengan Penderita Diabetes?
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Diabetologia 2016 menguji manfaat berjalan kaki setelah makan pada 41 orang dewasa dengan diabetes tipe 2.
Peneliti membandingkan dua kebiasaan selama periode penelitian, yaitu berjalan kaki selama 30 menit sekali sehari dan berjalan kaki selama 10 menit setelah setiap waktu makan utama.
Hasilnya, berjalan kaki setelah makan menghasilkan respons gula darah setelah makan yang lebih rendah dibandingkan berjalan kaki tanpa waktu khusus. Perbedaan paling terlihat setelah makan malam.
Temuan ini mendukung pentingnya waktu aktivitas fisik, bukan hanya total durasinya. Namun, penelitian tersebut menguji penderita diabetes tipe 2, sehingga hasilnya tidak bisa langsung dianggap berlaku sama bagi semua orang.
Simak Video "Video: Benarkah Penderita Diabetes Harus Minum Obat Seumur Hidup?"
(astj/astj)