Jalan kaki usai makan kerap disebut sebagai cara yang baik untuk mendukung kesehatan. Namun, benarkah aktivitas sederhana ini juga bermanfaat bagi kesehatan jantung?
Ahli jantung dr Deepak Agarwal di Narayana Hospital, Jaipur, India, mengatakan bahwa berjalan kaki usai makan bisa mendukung pengendalian gula darah, pengelolaan tekanan darah, dan kesehatan jantung jangka panjang.
Dilansir detikHealth dari laman Hindustan Times, usai makan, karbohidrat dalam makanan dipecah menjadi glukosa, yang bisa menyebabkan kadar gula darah meningkat. Jalan kaki usai makan bisa membantu mengendalikan peningkatan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: 3 Buah yang Bisa Bantu Jaga Tekanan Darah |
Saat berjalan, otot-otot yang berkontraksi mampu menyerap glukosa dan memakainya sebagai sumber energi. Selain itu, aktivitas fisik meningkatkan sensitivitas insulin sehingga tubuh bisa mengelola glukosa dengan lebih efisien.
Saat berjalan, otot menggunakan glukosa sebagai energi dan membantu mengurangi peningkatan gula darah setelah makan. Tidak perlu melakukan olahraga berat untuk merasakan manfaatnya. Berjalan kaki dengan intensitas ringan hingga sedang setelah makan dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali.
dr Agarwal juga menjelaskan, berjalan kaki pada umumnya tidak menyebabkan penurunan tekanan darah secara tiba-tiba dan langsung setelah setiap makan. Tapi, jalan kaki secara teratur bisa meningkatkan kontrol tekanan darah dari waktu ke waktu.
Kadar Gula Darah dan Tekanan Darah Berkaitan dengan Kesehatan Jantung
Kadar gula darah maupun tekanan darah berkaitan dengan kesehatan jantung, dan berjalan kaki bisa membantu mengelola keduanya. Akan tetapi, manfaatnya bergantung pada konsistensi jalan kaki yang dilakukan.
dr Agarwal menekankan, manfaat kesehatan jangka panjang bisa diperoleh bila menjadikan jalan kaki sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari, bukan hanya sesekali setelah makan atau beberapa hari saja.
"Dengan berjalan kaki secara teratur, Anda dapat memperbaiki tekanan darah, kadar gula darah, berat badan, dan faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap risiko kardiovaskular, yang semuanya berpengaruh pada kesehatan jantung jangka panjang. American Heart Association menyarankan sebagian besar orang dewasa untuk melakukan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu," ujar dr Agarwal.
Ahli jantung ini menyarankan untuk menjadikan jalan kaki setelah makan sebagai kebiasaan rutin, bukan hanya jalan-jalan santai sesekali. Di samping itu, kesehatan jangka panjang juga perlu dijaga dengan menerapkan pola makan seimbang, tidur yang cukup, mengendalikan berat badan, hingga berolahraga secara teratur.
