Citra satelit NASA's Eyes on the Earth memperlihatkan persebaran gas karbon monoksida (CO) di atmosfer Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua. Lantas, apa saja dampak paparan gas karbon monoksida terhadap kesehatan tubuh?
Karbon monoksida merupakan gas yang tidak memiliki warna maupun bau. Gas ini dihasilkan dari proses pembakaran yang tidak sempurna. Sumbernya antara lain kebakaran hutan dan lahan (karhutla), emisi kendaraan bermotor, serta aktivitas industri.
Tak hanya itu, karbon monoksida juga bisa berasal dari sejumlah sumber di lingkungan sekitar, seperti penggunaan pemanas ruangan berbahan bakar minyak tanah, cerobong asap, hingga kompor gas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dampak Karbon Monoksida terhadap Tubuh
Mengutip informasi dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), paparan gas karbon monoksida dapat memicu sejumlah gejala, di antaranya:
1. Sakit kepala
2. Pusing
3. Sesak nafas
4. Mata berair
5. Tekanan darah tinggi
Jika menghirup karbon monoksida secara terus menerus, seseorang akan muncul penyakit yang berkaitan dengan jantung seperti:
1. Jantung koroner
2. Serangan jantung
3. Penyakit kardiovaskuler lainnya
Artikel ini sudah tayang di detikEdu, baca selengkapnya di sini.
