Orang Utan Berjalan Kebingungan di Sisa Karhutla Kalteng, BKSDA Evakuasi

Orang Utan Berjalan Kebingungan di Sisa Karhutla Kalteng, BKSDA Evakuasi

Tim detikKalimantan - detikSumut
Senin, 19 Okt 2026 17:30 WIB
Orang utan terlihat di sisa lahan yang terbakar berjalan sebelum berhasil dievakuasi
Orang utan terlihat di sisa lahan yang terbakar berjalan sebelum berhasil dievakuasi (Foto: Istimewa)
Kotawaringin Barat -

Satu individu orangutan sempat terlihat berjalan kebingungan di kilometer 14 ruas Jalan Pangkalan Bun-Kolam, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), yang menjadi lahan bekas terbakar. Orangutan itu pun dievakuasi. Proses penyelamatan dilakukan bersama tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah setelah satwa tersebut beberapa kali terlihat di lokasi.

Camat Kotawaringin Lama, Trias Agung Wibowo, mengatakan evakuasi dilakukan setelah tim memantau keberadaan orang utan tersebut selama kurang lebih dua jam.

"Setelah mengintai selama dua jam, akhirnya orang utan yang terlihat beberapa hari lalu di kilometer 14 ruas Jalan Pangkalan Bun-Kolam berhasil dievakuasi bersama tim BKSDA Kalteng sore tadi," kata Trias, Minggu (18/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemunculan orang utan tersebut sebelumnya menarik perhatian warga karena satwa itu terlihat berjalan dengan gerakan yang tidak seperti biasanya, seperti tampak kebingungan. Kondisi tersebut kemudian menimbulkan dugaan bahwa orang utan tengah mengalami gangguan atau merasa tidak nyaman.

Meski demikian, kondisi kesehatan satwa belum dapat dipastikan hanya dari pengamatan langsung. Pemeriksaan oleh petugas diperlukan untuk mengetahui kemungkinan adanya luka, stres, maupun gangguan kesehatan lainnya.

ADVERTISEMENT

Kemunculan orang utan tersebut juga menjadi perhatian karena terjadi di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Kebakaran dapat berdampak terhadap habitat orang utan, termasuk mengurangi ketersediaan makanan dan membuat satwa liar keluar dari kawasan hutan untuk mencari tempat lain.

Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun, Handi Nasoka, membenarkan bahwa tim BKSDA Kalimantan Tengah telah turun ke lokasi untuk menangani orang utan tersebut.

Keberadaan satwa di sekitar jalan raya dinilai berisiko bagi orang utan maupun pengguna jalan. Selain berpotensi tertabrak kendaraan, satwa juga bisa mengalami tekanan karena aktivitas manusia yang mendekat untuk melihat atau mengambil gambar.

"Penanganan oleh petugas konservasi diperlukan agar satwa dapat diamankan dengan prosedur yang tepat. Langkah selanjutnya terhadap orang utan tersebut perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan serta lokasi yang aman bagi satwa," katanya.

Hingga kini, BKSDA Kalimantan Tengah belum menyampaikan informasi mengenai kondisi kesehatan orang utan setelah proses evakuasi. Penanganan berikutnya terhadap satwa tersebut masih menunggu keterangan resmi dari petugas.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads