Telur Direbus dan Digoreng, Mana yang Lebih Sehat?

Telur Direbus dan Digoreng, Mana yang Lebih Sehat?

Hafizna Irasa Hasibuan - detikSumut
Jumat, 16 Okt 2026 08:30 WIB
Two eggs frying in a pan with oil
Foto: Getty Images/Miguel Angel Flores
Medan -

Telur menjadi salah satu pilihan lauk yang mudah ditemukan dan diolah sehari-hari. Ada yang menyukai telur rebus karena praktis, sementara lainnya memilih telur goreng karena rasanya lebih gurih.

Namun, di antara kedua cara memasak tersebut, mana yang lebih baik untuk kesehatan? Telur merupakan sumber protein yang mengandung asam amino esensial.

Selain protein, telur juga mengandung lemak, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Cara memasaknya dapat memengaruhi karakteristik fisik telur, termasuk tekstur, warna, dan tingkat kematangannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penelitian yang diterbitkan dalam Pasundan Food Technology Journal 2022 berjudul Pengaruh Teknik Pemasakan dan Waktu terhadap Karakteristik Tingkat Kematangan Telur Ayam Negeri menguji telur yang direbus dengan cangkang, direbus tanpa cangkang, dan digoreng. Penelitian tersebut menemukan, metode memasak dan lamanya pemanasan memengaruhi tingkat kematangan telur.

ADVERTISEMENT

Dalam percobaan itu, telur goreng mencapai kematangan lebih cepat, sekitar lima hingga enam menit. Sementara itu, telur rebus dengan cangkang membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk mencapai kematangan sempurna. Peneliti juga mencatat bahwa pemasakan terlalu lama dapat menyebabkan telur terlalu matang.

Namun, penelitian tersebut berfokus pada tingkat kematangan dan karakteristik fisik telur, bukan membandingkan seluruh kandungan gizinya. Karena itu, hasilnya tidak dapat dijadikan bukti bahwa telur goreng lebih sehat atau telur rebus lebih bergizi.

Penelitian lain yang diterbitkan dalam Journal for Quality in Public Health 2022 meneliti konsumsi telur rebus pada 15 ibu hamil yang mengalami anemia di Kabupaten Kediri. Setelah mengonsumsi satu telur rebus setiap hari selama satu minggu, rata-rata kadar hemoglobin responden meningkat dari 8,90 g/dL menjadi 9,84 g/dL.

Meski menunjukkan peningkatan kadar hemoglobin, penelitian tersebut memiliki jumlah responden yang terbatas dan dilakukan pada kelompok ibu hamil dengan anemia. Temuan itu tidak berarti telur rebus dapat menggantikan pengobatan anemia atau suplemen zat besi yang direkomendasikan tenaga kesehatan.

Lantas, mana yang sebaiknya dipilih? Telur rebus dapat menjadi pilihan praktis karena tidak membutuhkan tambahan minyak. Sementara itu, telur goreng tetap dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang, tetapi jumlah minyak yang digunakan perlu diperhatikan. Kandungan gizi akhir juga dipengaruhi bahan tambahan dan cara pengolahannya.

Akhirnya, baik telur rebus maupun telur goreng dapat dikonsumsi sebagai sumber protein. Pilih metode memasak sesuai kebutuhan, perhatikan penggunaan minyak dan bahan tambahan, serta pastikan telur dimasak dengan tingkat kematangan yang aman.

Artikel ditulis Hafizna Irasa Hasibuan, Peserta Maganghub Kemnaker di detikcom

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Indonesia Sehat Dimulai dari Kita"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads