Clean Food, Tren Makan Cegah Penyakit Tak Menular

Clean Food, Tren Makan Cegah Penyakit Tak Menular

Siti Asyaroh - detikSumut
Rabu, 06 Mei 2026 06:30 WIB
Ilustrasi Makan Sehat
Foto: Getty Images/iStockphoto/Panupong Piewkleng
Medan -

Tren pola makan sehat seperti clean food dan raw food semakin berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan tubuh. Selain menjadi gaya hidup sehat, kedua pola makan ini juga menjadi bagian dari upaya mencegah berbagai penyakit tidak menular.

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa penyakit tidak menular (PTM), seperti penyakit jantung, diabetes, dan obesitas, masih menjadi penyebab utama kematian global. PTM sendiri dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kebiasaan menjalani pola hidup tidak sehat, terutama pola makan buruk seperti konsumsi gula, garam, lemak jenuh, serta makanan cepat saji secara berlebihan, ditambah minimnya aktivitas fisik.

Jurnal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas yang menganalisis perilaku pembelian makanan sehat (clean food) mencatat bahwa di Indonesia terdapat sekitar 75-87 persen kematian setiap tahunnya disebabkan oleh PTM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kesadaran masyarakat terkait risiko kematian PTM di Indonesia mendorong banyak orang untuk mengurangi konsumsi pangan tidak sehat dan meningkatkan asupan nutrisi sehat, seperti buah, sayur, dan protein nabati maupun hewani rendah lemak," tulis studi tersebut.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, penelitian yang diterbitkan pada 2025 itu menyoroti munculnya dua tren pola makan yang kini menjadi budaya di masyarakat, yakni clean food dan raw food.

"Clean food atau makanan bersih adalah konsep makan makanan alami, minim proses, dan bergizi seimbang, tanpa tambahan berlebihan seperti gula, garam, lemak jenuh, atau bahan kimia sintetis."

Contoh menu pada clean food, antara lain oatmeal dengan buah segar, dada ayam panggang dengan nasi merah dan tumis brokoli, smoothie tanpa gula tambahan, salad alpukat dengan telur rebus dan sayuran segar, hingga tahu kukus yang disajikan bersama bayam dan jagung rebus.

Sementara itu, raw food adalah pola makan yang mengutamakan konsumsi makanan dalam keadaan mentah atau hanya diproses pada suhu rendah, biasanya di bawah 42 - 48Β°C. Rentang suhu ini dapat membuat enzim alami dan kandungan nutrisinya tetap terjaga.

Beberapa contoh menu raw food yang biasa dikonsumsi, yaitu salad sayuran mentah, seperti selada, timun, dan wortel, buah segar yang langsung dimakan, jus buah dan sayur tanpa proses pasteurisasi, kacang almond yang direndam untuk mengaktifkan enzim, smoothie bowl tanpa pemanasan, serta sushi vegan berbahan sayur segar dan nori.

Adanya kesadaran untuk menerapkan hidup sehat dengan kedua tren makan ini dapat menjaga kebugaran tubuh secara berkelanjutan. Kendati begitu, adanya kesadaran tersebut pada umumnya dipengaruhi oleh kesehatan psikologis dan kondisi mental individu yang menentukan perilaku konsumsi dan gaya hidup sehat.

Artikel ditulis Siti Asyaroh peserta maganghub Kemnaker di detikcom

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Dinkes DKI Jakarta Ungkap Penyakit yang Jadi Tantangan Saat Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads