Telur menjadi salah satu pilihan lauk yang mudah ditemukan dan diolah sehari-hari. Ada yang menyukai telur rebus karena praktis, sementara lainnya memilih telur goreng karena rasanya lebih gurih.
Namun, di antara kedua cara memasak tersebut, mana yang lebih baik untuk kesehatan? Telur merupakan sumber protein yang mengandung asam amino esensial.
Selain protein, telur juga mengandung lemak, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Cara memasaknya dapat memengaruhi karakteristik fisik telur, termasuk tekstur, warna, dan tingkat kematangannya.
Penelitian yang diterbitkan dalam Pasundan Food Technology Journal 2022 berjudul Pengaruh Teknik Pemasakan dan Waktu terhadap Karakteristik Tingkat Kematangan Telur Ayam Negeri menguji telur yang direbus dengan cangkang, direbus tanpa cangkang, dan digoreng. Penelitian tersebut menemukan, metode memasak dan lamanya pemanasan memengaruhi tingkat kematangan telur.
Dalam percobaan itu, telur goreng mencapai kematangan lebih cepat, sekitar lima hingga enam menit. Sementara itu, telur rebus dengan cangkang membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk mencapai kematangan sempurna. Peneliti juga mencatat bahwa pemasakan terlalu lama dapat menyebabkan telur terlalu matang.
Namun, penelitian tersebut berfokus pada tingkat kematangan dan karakteristik fisik telur, bukan membandingkan seluruh kandungan gizinya. Karena itu, hasilnya tidak dapat dijadikan bukti bahwa telur goreng lebih sehat atau telur rebus lebih bergizi.
Penelitian lain yang diterbitkan dalam Journal for Quality in Public Health 2022 meneliti konsumsi telur rebus pada 15 ibu hamil yang mengalami anemia di Kabupaten Kediri. Setelah mengonsumsi satu telur rebus setiap hari selama satu minggu, rata-rata kadar hemoglobin responden meningkat dari 8,90 g/dL menjadi 9,84 g/dL.
Simak Video "Indonesia Sehat Dimulai dari Kita"
(astj/astj)