Makin Banyak Anak Muda Kena Stroke

Makin Banyak Anak Muda Kena Stroke

Sarah Oktaviani Alam - detikSumut
Sabtu, 17 Okt 2026 07:00 WIB
Metaphor bipolar disorder mind mental
Foto: Getty Images/GrafikLab
Jakarta -

Stroke selama ini lebih banyak dikenal sebagai penyakit yang rentan dialami orang lanjut usia. Namun, anggapan tersebut kini mulai berubah. Kasus stroke pada kelompok usia muda justru menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Temuan terbaru dari sebuah studi yang menelusuri data kesehatan selama hampir 30 tahun menunjukkan adanya lonjakan signifikan kasus stroke pada orang berusia 20 hingga 54 tahun. Dalam periode tersebut, angka kejadian stroke pada kelompok usia muda meningkat hingga 83 persen.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis Neurology itu menyoroti meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak stroke pada generasi muda. Pasalnya, semakin banyak orang yang harus menghadapi komplikasi maupun disabilitas dalam jangka panjang setelah mengalami stroke.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meskipun stroke secara tradisional dianggap sebagai penyakit orang tua, temuan kami menunjukkan bahwa stroke makin umum terjadi pada orang dewasa muda," terang peneliti utama dari University of Cincinnati, dr Emily R Fisher, MD dilansir detikHealth.

"Di saat yang sama, makin banyak orang yang selamat dari serangan stroke ini. Artinya, makin banyak anak muda yang bakal hidup membawa dampak jangka panjang dari stroke," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Stroke Iskemik Mendominasi

Dalam penelitian tersebut, peneliti memeriksa data kasus stroke yang dikumpulkan selama periode 1993 hingga 2020. Dari analisis itu diketahui bahwa angka kejadian stroke pada kelompok usia muda meningkat dari 33,9 kasus menjadi 62,2 kasus per 100.000 orang.

Peningkatan tersebut terutama berasal dari stroke iskemik atau stroke yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah menuju otak terhambat oleh gumpalan, sehingga jaringan otak tidak memperoleh pasokan oksigen yang cukup dan dapat mengalami kerusakan dalam waktu singkat.

Kasus stroke iskemik pada kelompok usia muda bahkan tercatat meningkat hampir dua kali lipat. Angkanya naik dari 23,8 kasus menjadi 47,3 kasus per 100.000 orang.

Peneliti juga menemukan adanya peningkatan sejumlah faktor risiko kesehatan pada kelompok usia muda yang mengalami stroke. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Tekanan darah tinggi atau hipertensi
  • Diabetes
  • Fibrilasi atrium, yakni gangguan irama jantung yang dapat menyebabkan terbentuknya gumpalan darah
  • Penyalahgunaan zat terlarang atau narkoba

Riwayat penyalahgunaan zat menjadi salah satu faktor yang menunjukkan peningkatan paling besar. Pada periode 1993-1994, hanya sekitar 4,6 persen pasien stroke usia muda yang tercatat memiliki riwayat penggunaan zat.

Angka tersebut kemudian meningkat tajam menjadi 40,2 persen pada 2020. Sebagian besar kasus dalam kelompok tersebut diketahui berkaitan dengan penggunaan ganja.

Meski menemukan adanya peningkatan sejumlah faktor risiko, peneliti mengatakan masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah faktor-faktor tersebut secara langsung menjadi penyebab meningkatnya kasus stroke pada kelompok usia muda.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads