Bagi sebagian orang, ubi bisa menjadi pilihan makanan saat sedang menjalani diet. Selain mengenyangkan, ubi juga mudah ditemukan dan dapat diolah menjadi berbagai macam makanan.
Salah satu jenis ubi yang cukup populer adalah ubi cilembu. Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut membuat ubi ini banyak disukai. Apakah rasa manis tersebut membuat ubi cilembu berbeda dengan ubi biasa dalam hal kandungan nutrisinya.
Buat yang sedang diet, pilihan antara ubi cilembu dan ubi biasa mungkin masih membingungkan. Lalu, mana yang lebih cocok untuk dijadikan bagian dari menu diet.
Ubi jalar biasa secara umum mengandung karbohidrat yang dapat menjadi sumber energi bagi tubuh. Selain itu, ubi juga memiliki protein, lemak, dan serat.
Berdasarkan data kandungan gizi per 100 gram, ubi putih dan ubi merah sama-sama memiliki sekitar 123 kalori dan 27,9 gram karbohidrat. Kandungan seratnya masing-masing sekitar 0,9 gram dan 1,2 gram.
Ubi cilembu juga termasuk salah satu jenis ubi jalar yang memiliki kandungan karbohidrat. Namun, cilembu memiliki karakteristik yang berbeda dari beberapa jenis ubi lainnya, terutama dari rasa manisnya.
Dosen IPB University Ai Imas Faidoh Fatimah menjelaskan bahwa "ubi cilembu merupakan salah satu kultivar ubi jalar dengan kandungan gula yang lebih tinggi dibandingkan dengan kultivar lainnya."
Tingginya rasa manis pada ubi cilembu tidak hanya dipengaruhi oleh jenis ubinya.
Penelitian tentang ubi cilembu menunjukkan bahwa tingkat kemanisan berkaitan dengan kandungan gula dan dapat berubah selama penyimpanan. Pati dalam ubi dapat mengalami perubahan menjadi gula sehingga rasa manisnya semakin terasa.
Sementara itu, ubi jalar biasa memiliki beberapa jenis dengan warna dan kandungan yang berbeda. Ubi putih, merah, dan kuning memiliki jumlah serat, protein, serta karbohidrat yang tidak sepenuhnya sama. Perbedaan warna juga dapat menunjukkan adanya senyawa tertentu, seperti beta karoten pada beberapa jenis ubi berwarna.
Simak Video "Sensasi Baru Santap Ubi Cilembu"
(astj/astj)