Rasanya Lebih Manis, Ubi Cilembu Aman untuk Diet?

Rasanya Lebih Manis, Ubi Cilembu Aman untuk Diet?

Mei - detikSumut
Jumat, 11 Sep 2026 20:19 WIB
Kalori Ubi Cilembu
Foto: Getty Images/Ahmad Darmansyah
Jakarta -

Bagi sebagian orang, ubi bisa menjadi pilihan makanan saat sedang menjalani diet. Selain mengenyangkan, ubi juga mudah ditemukan dan dapat diolah menjadi berbagai macam makanan.

Salah satu jenis ubi yang cukup populer adalah ubi cilembu. Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut membuat ubi ini banyak disukai. Apakah rasa manis tersebut membuat ubi cilembu berbeda dengan ubi biasa dalam hal kandungan nutrisinya.

Buat yang sedang diet, pilihan antara ubi cilembu dan ubi biasa mungkin masih membingungkan. Lalu, mana yang lebih cocok untuk dijadikan bagian dari menu diet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ubi jalar biasa secara umum mengandung karbohidrat yang dapat menjadi sumber energi bagi tubuh. Selain itu, ubi juga memiliki protein, lemak, dan serat.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data kandungan gizi per 100 gram, ubi putih dan ubi merah sama-sama memiliki sekitar 123 kalori dan 27,9 gram karbohidrat. Kandungan seratnya masing-masing sekitar 0,9 gram dan 1,2 gram.

Ubi cilembu juga termasuk salah satu jenis ubi jalar yang memiliki kandungan karbohidrat. Namun, cilembu memiliki karakteristik yang berbeda dari beberapa jenis ubi lainnya, terutama dari rasa manisnya.

Dosen IPB University Ai Imas Faidoh Fatimah menjelaskan bahwa "ubi cilembu merupakan salah satu kultivar ubi jalar dengan kandungan gula yang lebih tinggi dibandingkan dengan kultivar lainnya."
Tingginya rasa manis pada ubi cilembu tidak hanya dipengaruhi oleh jenis ubinya.

Penelitian tentang ubi cilembu menunjukkan bahwa tingkat kemanisan berkaitan dengan kandungan gula dan dapat berubah selama penyimpanan. Pati dalam ubi dapat mengalami perubahan menjadi gula sehingga rasa manisnya semakin terasa.

Sementara itu, ubi jalar biasa memiliki beberapa jenis dengan warna dan kandungan yang berbeda. Ubi putih, merah, dan kuning memiliki jumlah serat, protein, serta karbohidrat yang tidak sepenuhnya sama. Perbedaan warna juga dapat menunjukkan adanya senyawa tertentu, seperti beta karoten pada beberapa jenis ubi berwarna.

Selain kandungan gizinya, cara pengolahan juga perlu diperhatikan. Ubi cilembu yang dipanggang akan terasa semakin manis karena proses pemanasan membantu mengeluarkan rasa manis alaminya. Menurut IPB University, rasa manis cilembu tidak muncul secara maksimal jika hanya direbus atau dikukus.

Bagi orang yang sedang mengatur pola makan, kandungan karbohidrat pada ubi tetap perlu diperhitungkan. Ubi memang dapat menjadi sumber karbohidrat, tetapi jumlah yang dikonsumsi tetap berpengaruh terhadap total asupan energi.

Oleh karena itu, mengonsumsi ubi dalam jumlah berlebihan juga bukan pilihan yang tepat meskipun berasal dari bahan pangan yang bergizi.

Lalu, mana yang lebih cocok untuk orang yang sedang diet? Ubi cilembu maupun ubi biasa sebenarnya sama-sama dapat dimasukkan ke dalam menu diet. Namun, jika ingin memilih berdasarkan kandungan gula, ubi biasa dapat menjadi pilihan yang lebih sederhana karena cilembu dikenal memiliki rasa dan kandungan gula yang lebih tinggi. Apa pun jenisnya, porsi dan cara pengolahan tetap menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.

Artikel ini ditulis Mei, mahasiswi Universita HKBP Nommensen di detikcom

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Sensasi Baru Santap Ubi Cilembu"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads