Ahli Gizi Bagikan Cara Ampuh Terbebas dari Kecanduan Gorengan

Ahli Gizi Bagikan Cara Ampuh Terbebas dari Kecanduan Gorengan

Sarah Oktaviani Alam - detikSumut
Selasa, 25 Agu 2026 08:30 WIB
Gorengan
Foto: Thinkstock
Medan -

Banyak orang yang sedang menjalani diet susah untuk melepas kebiasaan mengonsumsi gorengan. Ternyata untuk bisa lepas dari kecanduan makan gorengan butuh strategi,

Gorengan yang berbahan tepung tidak direkomendasikan dikonsumsi rutin dan dalam jumlah banyak. Selain tidak memiliki gizi, gorengan juga makanan yang tinggi akan kalori sehingga bisa bikin diet gagal.


Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menekankan bahwa kunci utama untuk lepas dari kebiasaan ini adalah tidak memotong asupannya secara drastis. Metode ekstrem justru kerap memicu efek bumerang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau tiba-tiba nggak makan gorengan sama tepung secara dadakan, itu biasanya susah. Paling cuma bertahan 2 sampai 3 hari," ujar dr Yaze dikutip detikHealth.

ADVERTISEMENT

Menurut dr Yaze, penghentian secara mendadak hanya akan memicu fase kecanduan (craving) yang hebat. Tubuh dan pikiran akan terus-menerus terbayang kelezatan makanan bertepung dan digoreng, sehingga berisiko memicu aksi 'balas dendam' makan berlebihan di kemudian hari.

Oleh karena itu, strategi paling aman dan tidak membuat diri terasa 'tersiksa' adalah dengan mengontrol frekuensi serta porsinya secara bertahap.

"Kalau biasanya hampir setiap hari, frekuensinya dikurangin lagi. Misalnya jadi seminggu 2 atau 3 kali dulu," jelasnya.

Selain frekuensi mingguan, takaran harian juga perlu dipangkas perlahan agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik.

  • Penyesuaian porsi: Jika biasanya mengonsumsi 5 buah gorengan dalam sehari, mulailah membatasinya menjadi 2 buah saja per hari.
  • Proses bertahap: Mengurangi porsi dan frekuensi secara konsisten jauh lebih efektif membentuk kebiasaan jangka panjang dibanding berhenti total secara mendadak.
  • Pahami sinyal tubuh: Belajar mendengarkan kebutuhan nutrisi tubuh tanpa menganiaya diri sendiri dengan diet yang terlalu ketat.

"Intinya kita juga harus belajar memahami tubuh. Jadi pelan-pelan nguranginnya, bukan tiba-tiba langsung 'disiksa' untuk enggak makan gorengan atau tepung. Kurangi porsi dan frekuensinya secara bertahap," pungkas dr Yaze.



(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads